Detail Cantuman Kembali

XML

Penafsiran Ayat-Ayat tentang Riyāḍah sebagai Penyucian Jiwa (Studi Living Qur’an pada Tradisi Puasa Riyāḍah di Ponpes Al-Hasaniyah Teluknaga Tangerang)


Dalam lintasan sejarah Islam, kajian Al Qur„an selama ini lebih
banyak berorientasi pada kajian teks Al Qur‟an. Pada kajian inilah Al
Qur‟an menjadi objek studinya, oleh karena itu kajian living Qur’an
disebut juga sebagai kajian tentang berbagai peristiwa sosial terkait
dengan hadirnya Al Qur‟an. Peristiwa sosial terhadap Al-Qur‟an dapat
kita temui di masyarakat khususnya dalam kehidupan santri di pondok
pesantren, seperti tradisi pelaksanaan riyāḍah dengan puasa dan dzikir.
Teks Al Qur‟an yang hidup di masyarakat itulah yang disebut The
Living Qur’an.
Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah
dalam penelitian ini adalah: 1). Apa saja ayat-ayat terkait riyāḍah di
dalam Al Qur‟an? 2). Bagaimana pelaksanaan kegiatan riyāḍah di
Pondok Pesantren Al-Hasaniyah Teluknaga Tangerang? 3). Bagaimana
persepsi para santri di Pondok Pesantren Al-Hasaniyah tentang ayat-ayat riyāḍah sebagai penyucian jiwa? Dalam penelitian ini penulis
menggunakan metode kualitatif yaitu data yang berbentuk kata-kata,
bukan dalam bentuk angka dengan menggunakan jenis penelitian
lapangan (field research) yang menggunakan penulisan deskriptif.
Yaitu studi kasus di Pondok Pesantren Al-Hasaniyah Teluknaga Kab.
Tangerang, dengan mengumpulkan data observasi, wawancara dan
dokumentasi.
Bedasarkan penelitian yang sudah dilakukan, dapat disimpulkan
bahwa: pelaksanaan tradisi riyāḍah yang hidup di Pesantren Al-Hasaniyah ini berbentuk puasa dan dihiasi dengan wirid-wirid yang
telah dikonsep oleh pengasuh atau kyai. Sebagai upaya untuk
mengendalikan dorongan nafsu, kalangan pesantren menempuh jalan
dengan riyāḍah (latihan) baik fisik maupun batin.
Syarifatul Munawaroh - Personal Name
SKRIPSI IAT 635
2x1.3
Text
Indonesia
2024
serang
xxii + 101 hlm.; 18 x 25 cm
LOADING LIST...
LOADING LIST...