<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="29840">
<titleInfo>
<title>Penafsiran Ayat-Ayat tentang Riyāḍah sebagai Penyucian Jiwa (Studi Living Qur’an pada Tradisi Puasa Riyāḍah di Ponpes Al-Hasaniyah Teluknaga Tangerang)</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Syarifatul Munawaroh</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">serang</placeTerm></place>
<publisher></publisher>
<dateIssued>2024</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>xxii + 101 hlm.; 18 x 25 cm</extent>
</physicalDescription>
<note>Dalam lintasan sejarah Islam, kajian Al Qur„an selama ini lebih 
banyak berorientasi pada kajian teks Al Qur‟an. Pada kajian inilah Al 
Qur‟an menjadi objek studinya, oleh karena itu kajian living Qur’an
disebut juga sebagai kajian tentang berbagai peristiwa sosial terkait 
dengan hadirnya Al Qur‟an. Peristiwa sosial terhadap Al-Qur‟an dapat 
kita temui di masyarakat khususnya dalam kehidupan santri di pondok 
pesantren, seperti tradisi pelaksanaan riyāḍah dengan puasa dan dzikir. 
Teks Al Qur‟an yang hidup di masyarakat itulah yang disebut The 
Living Qur’an.
Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah 
dalam penelitian ini adalah: 1). Apa saja ayat-ayat terkait riyāḍah di 
dalam Al Qur‟an? 2). Bagaimana pelaksanaan kegiatan riyāḍah di 
Pondok Pesantren Al-Hasaniyah Teluknaga Tangerang? 3). Bagaimana 
persepsi para santri di Pondok Pesantren Al-Hasaniyah tentang ayat-ayat riyāḍah sebagai penyucian jiwa? Dalam penelitian ini penulis 
menggunakan metode kualitatif yaitu data yang berbentuk kata-kata, 
bukan dalam bentuk angka dengan menggunakan jenis penelitian 
lapangan (field research) yang menggunakan penulisan deskriptif. 
Yaitu studi kasus di Pondok Pesantren Al-Hasaniyah Teluknaga Kab. 
Tangerang, dengan mengumpulkan data observasi, wawancara dan 
dokumentasi. 
Bedasarkan penelitian yang sudah dilakukan, dapat disimpulkan 
bahwa: pelaksanaan tradisi riyāḍah yang hidup di Pesantren Al-Hasaniyah ini berbentuk puasa dan dihiasi dengan wirid-wirid yang 
telah dikonsep oleh pengasuh atau kyai. Sebagai upaya untuk 
mengendalikan dorongan nafsu, kalangan pesantren menempuh jalan 
dengan riyāḍah (latihan) baik fisik maupun batin.</note>
<classification>2x1.3</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>UIN SMH Banten Perpustakaan Pusat</physicalLocation>
<shelfLocator>SKRIPSI IAT 635</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">SKRIPSI IAT 635</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator>SKRIPSI IAT 635</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>29840</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-02-04 15:44:51</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-02-04 15:45:08</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>