Detail Cantuman Kembali

XML

Pesan Sosial dalam Film Layar (Analisis Semiotika John Fiske)


Film sebagai media komunikasi massa merupakan gabungan dari berbagai unsur seperti gambar, suara, dan narasi yang digunakan untuk menyampaikan pesan atau materi komunikasi. Pesan yang terdapat pada film Layar berbentuk pesan sosial berupa nilai-nilai, etika, dan moral yang dianggap penting dalam masyarakat. Sinematografi yang terdapat dalam film Layar menggunakan latar suasana zaman dahulu secara efektif dapat membangkitkan rasa ketertarikan penonton terhadap dunia film. Peneliti tertarik menganalisis film Layar dikarenakan merupakan salah satu hasil karya sutradara Ifa Isfansyah yang memiliki keunikan dalam tema cerita yaitu mengenai kehidupan pegawai bioskop. Berdasarkan uraian diatas, tujuan dari penelitian ini adalah guna mengetahui pesan sosial sekaligus penggunaan sinematografi dalam film Layar berdasarkan tiga tahapan semiotika John Fiske yaitu 1) Tahapan realitas pesan sosial dalam film Layar, 2) Tahapan representasi pesan sosial dalam film Layar, dan 3) Tahapan ideologi pesan sosial dalam film Layar. Metode penelitian yang dipilih adalah metode kualitatif dengan jenis penelitian analisis Semiotika John Fiske. Pengumpulan data dilakukan melalui metode observasi dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan melakukan pengamatan pada keseluruhan adegan film Layar hingga menganalisis dan mengintepretasi setiap adegan yang mengandung pesan sosial berdasarkan tiga tahapan semiotika John Fiske. Dari penelitian yang telah dilakukan pada film Layar dapat menunjukan bahwa terdapat 7 adegan yang mengandung pesan sosial sesuai tiga tahapan John Fiske yaitu 1) Tahapan realitas yang meliputi kesederhanaan penampilan sesuai lingkungan kelas pekerja menengah bawah dengan perilaku yang saling bergantung. 2) Tahapan representasi yang meliputi keberanian perempuan sebagai pemimpin komunitas, ketahanan dan semangat komunitas dalam menghadapi tantangan perubahan situasi krisis, pengaruh penggunaan teknologi terhadap literasi media, serta empati dan konektivitas dalam mengatasi kesenjangan sosial dan ekonomi. 3) Tahapan ideologi yang meliputi kapitalisme berfokus pada perekonomian bioskop, materialisme berfokus pada pengelolaan bioskop, dan kelas berfokus pada interaksi antara staf bioskop dengan masyarakat sekitar.
Nisrina Khairunnisa - Personal Name
SKRIPSI KPI 1084
070
Text
Indonesia
2024
serang
xvi + 82 hlm.: 18 x 25 cm
LOADING LIST...
LOADING LIST...