<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="29829">
<titleInfo>
<title>Makna Dosa dalam Al-Qur'an (Studi Gramatikal pada Lafadz Ismun Zanbun dan Khati’ah dalam Tafsir Al-Munir Karya Wahbah Az-Zuhaili)</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Rian Fathurahman</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">serang</placeTerm></place>
<publisher></publisher>
<dateIssued>2024</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>xxii + 77 hlm.; 18 x 25 cm</extent>
</physicalDescription>
<note>Skripsi ini membahas tentang makna dosa dalam al-Quran, terdapat banyak lafaz} yang 
berbeda-beda dalam al-Qur’an seperti Is\mun Z|anbun Khat}i&#62;’ah yang jika diterjemahkan 
kedalam bahasa indonesia memiliki makna yang sama yaitu dosa juga dilihat dalam kamus
almaany.com ketiga lafadz} tersebut memiliki makna yang sama yaitu dosa atau kesalahan, 
istilah ini disebut dengan al-Taraduf. penulis ingin menggambarkan lebih dalam terkait 
ketiga lafaz} tersebut dengan pendekatan teori antisinomitas yang mana penulis akan melihat 
makna yang berbeda dalam ketiga lafadz tersebut dalam pandangan Wahbah Zuhaili dengan 
studi gramatikal.
Berdasarkan latar belakang diatas terdapat rumusan masalah dalam skripsi ini yaitu: 1.
Bagaimana makna gramatikal pada lafadz Is\mun Z|anbun dan Khat}i&#62;’ah yang terdapat dalam 
al-Qur’an? dan 2. Bagaimana Wahbah Zuhaili dalam kitab tafsir Al-Munir menafsirkan ketiga 
lafadz tersebut terkait dengan dosa? untuk menjawab akan pembahasan ini memerlukan data 
yang optimal, sebagai berikut:
Dalam skripsi ini penulis menggunakan metode penelitian kualitatif dengan 
pendekataan kepustakaan (library research), sumber data primernya adalah kitab tafsir Al-Munir karya Wahbah Zuhaili yang mana ini menjadi sumber pokok kajian pada pembahasan 
ini. Kemudian data sekundernya berupa buku, jurnal dan berbagai referensi lainnya yang 
berkaitan dengan tema pokok pembahasan. Dengan pendekatan metode deskriptif analitis 
yang dapat menggambarkan, menganalis dan mengklasifikasi tema tersebut secara objektif.
Hasil dalam pembahasan bahwa makna dosa dalam al-Quran adalah suatu 
pelanggaran terhadap ketetapan perintah dan larang Allah SWT. Secara luas dosa mencakup 
berbagai peraturan yang mencakup ancaman dan hukuman jika dilakukan. Makna gramatikal 
pada lafaz} is\mun adalah perbuatan dosa yang disandingkan dengan perbuatan yang haram, 
yang dilarang untuk dilakukan seperti meminum khamar, berjudi, memakan bangkai dan 
darah, perbuatan syirk sebagaimana diantara makna lafaz} is\mun ini memiliki bentuk 
ثِ َم ؛ أثيم،أثما،آثما،آثيم derivasinya
َ
أ dan Makna gramatikal pada lafaz} z\anb adalah perbuatan dosa 
yang diungkap secara umum dan menyeluruh bentuk derivasinya yaitu كَ
ِ
ب
ْۢ
ِ ِه م ذَ ن
ب
ْۢ
 وبَ ُك م ذَ ن
 وبَنَا ذنُ
نُ
ذُ
ِ ِه م
 وب
ُذن yang dimana sebagian lafaz ini al-Qur’an kisahkan pada orang-orang kafir atau umat 
nabi-nabi terdahulu. Makna gramatikal lafaz} Khat}i&#62;'ah adalah dosa atau kesalahan yakni 
perbuatan dosa yang dilakukan secara sengaja, tidak sengaja, kesalahan-kesalahan ataupun 
dosa kecil. Sebagaimana pada lafaz} ةَٔ
ـ
ْۤ
ي طِ خَ) QS. An-Nisa [4] 112) ditafsirkan sebagai perbuatan 
dosa kecil, lafaz} اَن
 
طأَ خ َا) QS. Al-Baqarah [2] 286) yang ditafsirkan sebagai kesalahan-kesalahan atau dosa yang tidak disengaja, kemudian ه ُت
َٔ
ـ
ْۤ
ي طِ خَ) Q.S Al-Baqarah [2]:81) yang 
diartikan sebagai kesalahan yang dilakukan dengan sengaja seperti dalam tafsir ayat ini 
adalah perbuatan syirik. Wahbah Az-Zuhaili dalam penafsirannya, makna Is\mun ia 
definisikan sebagai suatu kesengajaan dalam melakukan kezaliman dan kejelekan, Z|anbun ia 
definisikan sebagai perbuatan yang menimbulkan hukuman dan lafaz ini sering disebutkan 
pada orang-orang kafir, pada kisah zaman nabi terdahulu. Khat}i&#62;’ah adalah dosa yang 
disengaja, tidak disengaja, kesalah-kesalahan atau dosa kecil.</note>
<classification>2x1.3</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>UIN SMH Banten Perpustakaan Pusat</physicalLocation>
<shelfLocator>SKRIPSI IAT 631</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">SKRIPSI IAT 631</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator>SKRIPSI IAT 631</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>29829</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-02-04 13:50:57</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-02-04 13:51:12</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>