Detail Cantuman Kembali

XML

Pemberdayaan Masyarakat Pesisir Berbasis Mangrove Pulau Cangkir Desa Kronjo Provinsi Banten


Berdasarkan potensi yang dimiliki oleh Desa Kronjo Kecamatan Kronjo Kabupaten
Tangerang Banten, berupa potensi sumber daya alam diantaranya ada yang berupa
hasil laut seperti ikan-ikan dan tumbuhan yang hidup dan berkembang di pesisir
pantai Pulau Cangkir, dan yang paling banyak tumbuh di sekitar pantai Pulau
Cangkir yakni tanaman mangrove. Tanaman atau hutan mangrove tumbuh di sekitar
pantai Pulau Cangkir dengan tujuan untuk mencegah abrasi. Selain untuk mencegah
abrasi pada bibir pantai, tanaman mangrove juga bisa dimanfaatkan dan diolah
menjadi beberapa produk. Baik itu untuk dikonsumsi ataupun untuk dijadikan
barang, seperti sabun untuk mencuci pakaian, dan juga buah mangrove bisa
dimanfaatkan menjadi tinta untuk membuat batik.
Melihat potensi terhadap tanaman mangrove dan buah mangrove yang melimpah di
sekitaran pantai Pulau Cangkir, masyarakat yang hidup disekitaran pantai harusnya
bisa memanfaatkan sumber daya alam disekitaran tempat tinggal masyarakat pantai
Pulau Cangkir untuk meningkatkan perekonomian yang ada di masyarakat. Namun
melihat potensi yang banyak terhadap tanaman mangrove atau hutan mangrove yang
ada di sekitaran pantai Pulau Cangkir dan masyarakat Desa Kronjo Kecamatan
Kronjo masih kurang mampu mengembangkan potensinya dengan baik, karena
keterbatasan teknologi dan juga belum adanya wadah untuk penjualan produk-produk hasil olahan buah mangrove di masyarakat.
Berdasarkan latar belakang diatas, maka tujuan penelitian ini adalah: 1) melakukan
pembuatan produk yang inovatif dalam memanfaatkan sumber daya alam yang telah
tersedia yakni olahan buah mangrove 2) Melakukan pendampingan dan
mengedukasi kelompok komunitas mangrove Pulau Cangkir (Mapuca) mengenai
pemanfaatan buah mangrove. Metode penelitian ini menggunakan metode PLA (
Participatory Learning and Action) atau belajarsambil bekerja. Teknik pengumpulan
data yang digunakan peneliti adalah melalui FGD, observasi, wawancara dan
dokumentasi. Pemberdayaan yang di lakukan terhadap kelompok pengrajin emping
melinjo berlangsung selama selama 2 bulan, dan dibagi menjadi3 tahapan, bagian
pertama yaitu tahap Pra pendampingan, kedua yaitu tahapan pendampingan, dan
ketiga tahapan pelaksanaan program pemberdayaan. Hasil penelitian ini sendiri yaitu
: 1) kelompok komunitas mangrove Pulau Cangkir mampu membuat produk yang
inovatf, 2) kelompok komunitas mangrove Pulau Cangkir mampu memanfaatkan
sumber daya alam yang tersedia yakni pemanfaatan buah mangrove dan mampu
mengolahnya.
Ihza Alkhautsar Rifandi - Personal Name
SKRIPSI PMI 295
307
Text
Indonesia
2024
serang
xv + 85 hlm.; 18 x 25 cm
LOADING LIST...
LOADING LIST...