<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="29746">
<titleInfo>
<title>Pengembangan Karakter Religius Melalui Pembiasaan Shalat Dhuha (Studi Pada Kelas 12 di Madrasah Aliyah Salafiyah At-Thahiriyah Kaloran Kota Serang Banten).</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Septian Andriawan</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">serang</placeTerm></place>
<publisher></publisher>
<dateIssued>2024</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>xviii + 155 hlm.; 18 x 25 cm</extent>
</physicalDescription>
<note>Inti dari karakter adalah bagaimana setiap orang berpikir dan bertindak. persetujuan, dibuat oleh individu dan keluarga, masyarakat, negara dan negara secara keseluruhan. Seorang individu dengan orang yang hebat dapat bertindak untuk memutuskan dan siap untuk merenungkan hasil yang mungkin terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengembangan karakter religius melalui pembiasaan shalat dhuha pada kelas 12 di madrasah Aliyah Salafiyah At-Thahiriyah Kaloran Kota Serang Banten. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif studi kasus. Hasil dari penelitian ini adalah Karakter religius merupakan salah satu aspek kepribadian manusia yang tidak dapat berdiri sendiri, artinya terkait dengan aspek kepribadian dan harus dilatihkan pada anak-anak sedini mungkin agar tidak menghambat tugas-tugas perkembangan anak selanjutnya. kemampuan untuk religius tidak terbentuk dengan sendirinya. Dalam menggambarkan faktor pendukung karakter religius melalui pembiasaan shalat dhuha yaitu fasilitas yang lengkap, adanya tempat ibadah/masjid dan juga lingkungan madrasah yang agamis. Sedangkan faktor penghambat karakter religius melalui pembiasaan shalat dhuha yang dihadapi oleh siswa, kurangnya disiplin dan rasa malas seakan menjadi dua kendala utama yang sering kali menghambat mereka dalam mencapai konsistensi dan kecintaan terhadap ibadah shalat dhuha.</note>
<classification>2x7.31</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>UIN SMH Banten Perpustakaan Pusat</physicalLocation>
<shelfLocator>SKRIPSI PAI 3610</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">SKRIPSI PAI 3610</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator>SKRIPSI PAI 3610</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>29746</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-01-23 15:39:01</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-08-03 13:20:20</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>