<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="29728">
<titleInfo>
<title>Pengaruh Inner Child terhadap Self-Love Remaja di Pondok Pesantren Al-Irsyad Waringinkurung</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Arini Syahadah</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">serang</placeTerm></place>
<publisher></publisher>
<dateIssued>2024</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>xvii + 88 hlm.: 18 x 25 cm</extent>
</physicalDescription>
<note>Tingginya tingkat gangguan kesehatan mental saat ini terutama pada remaja menjadikan kesehatan mental mendapatkan perhatian dari masyarakat. Sehingga ramai yang mencari informasi bagaimana cara untuk menghindari gangguan kesehatan mental tersebut, banyak istilah-istilah yang muncul salah satunya adalah self-love. Self-love atau mencintai diri sendiri diketahui dapat menjadi cara seseorang untuk meminimalisir terkena gangguan kesehatan mental. Namun tidak sedikit juga yang belum bisa menerapkan self-love dikarenakan beberapa faktor, salah satunya adalah faktor inner child yang terluka di dalam diri. Saat peristiwa dimasa lalu yang meninggalkan luka belum sembuh hal ini tentunya akan berdampak pada diri seseorang di masa selanjutnya. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui apakah inner child berpengaruh terhadap self-love remaja di Pondok Pesantren Al-Irsyad Waringinkurung. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu kuantitatif dengan analisis regresi sederhana. Sampel pada penelitian ini yaitu remaja asuh yang ada di Pondok Pesantren Al-Irsyad Waringinkurung dengan rentang usian 12-19 tahun. Teknik pengumpulan data menggunakan angket/kusioner yang disebarkan melalui Google Form. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar remaja asuh di Pondok Pesantren Al-Irsyad Waringinkurung memiliki inner child pada kategori sedang dengan presentase 67%. Sedangkan pada kategori tinggi dan rendah masing-masing sebesar 17%. Kemudian self-love yang dimiliki oleh remaja tersebut juga sebagian besar berada pada kategori yang sama, yaitu pada kategori sedang dengan presentase 60%, sedangkan pada kategori tinggi dan rendah masing-masing sebesar 20%. Selanjutnya hasil uji hipotesis dengan menggunakan uji T diketahui nilai t hitungnya ialah (-2,419) lebih kecil dari nilai t tabel yaitu 2,048 dan hasil perhitungan signifikasinya sebesar 0.022 &#60; 0.05. Sehingga H0 ditolak dan Ha diterima. Dikarenakan t hitung bernilai negatif maka dapat dikatakan terdapat pengaruh negatif inner child terhadap self-love remaja di Pondok Pesantren Al-Irsyad Waringinkurung.</note>
<classification>152</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>UIN SMH Banten Perpustakaan Pusat</physicalLocation>
<shelfLocator>SKRIPSI BKI 1069</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">SKRIPSI BKI 1069</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator>SKRIPSI BKI 1069</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>29728</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-01-23 10:44:42</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-01-23 10:45:01</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>