Detail Cantuman Kembali
Pengaruh Layanan Informasi untuk Meningkatkan Pemahaman Kesehatan Mental pada Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (LAPAS) Kelas III Rangkasbitung
Sehat adalah kebutuhan dasar manusia baik fisik maupun mental keduanya perlu dijaga. Mental perlu dijaga kesehatannya agar terhindar dari tingkah laku yang menyimpang. Gangguan kesehatan mental bisa diderita oleh siapa saja tanpa memandang usia. Warga binaan pemasyarakatan merupakan komunitas yang rentan terganggu kesehatan mentalnya. Sebagai langkah preventif, peneliti memberikan layanan informasi tentang kesehatan mental pada warga binaan pemasyarakatan. Tujuannya adalah untuk mengetahui pengaruh layanan informasi terhadap pemahaman kesehatan mental pada warga binaan lembaga pemasyarakatan kelas III rangkasbitung. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif metode experimental design berjenis pre-eksperimental dengan model One Group Pretest-Postest Design. Sampel penelitian ini adalah warga binaan pemasyarakatan khususnya kasus Narkotika yang dipilih dengan menggunakan teknik sampling jenuh. Kuesioner digunakan oleh peneliti untuk mengumpulkan data yang dibutuhkan. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh skor pretest berjumlah 488 dengan nilai rata-rata 12,8 kemudian skor meningkat menjadi 571 dengan nilai rata-rata 15,0 setelah diberikannya treatment sebanyak 4x pertemuan. Kemudian dari hasil pengujian hipotesis terlihat bahwa terdapat pengaruh layanan informasi terhadap pemahaman kesehatan mental warga binaan pemasyarakatan. Kesimpulan tersebut didapat setelah diketahuinya nilai Signifikansi pada uji Wilcoxon yakni 0.00 artinya lebih kecil dari 0.05 (0.00
Nasrudin - Personal Name
SKRIPSI BKI 1091
153
Text
Indonesia
2024
serang
xv + 98 hlm.; 18 x 25 cm
LOADING LIST...
LOADING LIST...







