<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="29716">
<titleInfo>
<title>Pembagian Waris dalam Perspektif Hukum Islam dan Hukum Adat (Studi Kasus di Kabupaten Tangerang)</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Saepul Rahmat</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">serang</placeTerm></place>
<publisher></publisher>
<dateIssued>2024</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>xviii + 174 hlm.; 18 x 25 cm</extent>
</physicalDescription>
<note>Perkara warisan dalam harta peninggalan adalah salah satu 
pokok yang sering dibicarakan dan hampir setiap orang mengalaminya. 
Pada dasarnya syari’at Islam telah meletakkan aturan dan hukum 
mengenai harta peninggalan dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya. 
Permasalahan yang terjadi yaitu terkait proses pembagian harta 
warisan, dimana pembagian harta warisan dibagi secara sama besar 
antara laki-laki dan perempuan. Selain itu, terkadang juga bagian ahli 
waris perempuan bahkan mendapat bagian lebih besar dari bagian ahli 
waris laki-laki. Padahal dalam hukum waris Islam bagian anak laki-laki adalah sebanyak dua kali lebih besar dari anak perempuan.
Penelitian dilakukan untuk dapat menjawab masalah mengenai 
bagaimana praktik pelaksanaan pembagian waris di kabupaten 
Tangerang yang dilakukan secara hukum adat untuk kemudian 
dianalisis keabsahannya secara hukum Islam. Metode penelitian ini 
menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif analisis 
untuk memperoleh data yang lengkap dan obyektif. Subyek penelitian 
ini adalah ulama atau kiyai, tokoh masyarakat, sesepuh dan ahli waris. 
Sedangkan teknik pengumpulan data pada penelitian tesis ini 
menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. 
Pendekatan berpikir yang digunakan dalam mengambil kesimpulan 
bersifat deduktif yakni dengan membuat sebuah kesimpulan atas fakta-fakta yang bersifat khusus lalu diambil kesimpulan secara umum. Hasil 
penelitian mengungkapkan bahwa pelaksanaan pembagian warisan 
yang dilakukan masyarakat Kabupaten Tangerang dengan 2 cara. 
Pertama, harta warisan dibagikan sebelum pewaris meninggal dunia,
yang dalam hukum Islam disebut hibah. Kedua, membagi harta warisan 
setelah pewarisnya meninggal dunia dan pembagiannya menggunakan 
hukum adat. Pembagian warisan yang dilakukan secara hukum adat 
yaitu dengan cara sapikul sagendongan dan dumdum kupat atau sigar 
semangka. Pembagian dengan cara sapikul sagendongan masih 
diperbolehkan karena perbandingan anak laki-laki dengan anak 
perempuan adalah 2:1. Sedangkan Pembagian secara dumdum kupat 
atau sigar semangka yang membagi samaxrata antara anak laki-laki 
dengan anak Perempuan, karena anggapan keberadaan anak laki laki 
dan anak perempuan sama kedudukannya dalam keluarga, apalagi 
dengan memberikan bagian yang lebih untuk bagian anak perempuan 
dibandingkan dengan anak laki-laki dengan alasan ingin 
menciptakanxkemaslahatan, maka pembagian yang demikian tidak 
dibenarkan. Berdasarkan hukum kewarisan Islam yang telah mengatur 
bagian-bagian dari ahli waris anak laki-laki dan anak perempuan, maka 
pembagian secara hukum waris adat yang menyamakan antara anak 
laki-laki dan anak perempuan adalah tidak sah karena bertentangan 
dengan ketentuan dalam Al-Qur’an. Terkecuali jika dilaksanakan 
terlebih dahulu pembagian yang sesuai syariat Islam, kemudian hak 
yang sudah diterima itu dikembalikan secara ikhlas untuk dilaksanakan 
pembagian secara adat demi kemaslahatan.</note>
<classification>2x4.43</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>UIN SMH Banten Perpustakaan Pusat</physicalLocation>
<shelfLocator>TESIS HKI 092</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">TESIS HKI 092</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator>TESIS HKI 092</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>29716</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-01-21 15:25:29</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-01-21 15:25:43</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>