Detail Cantuman Kembali

XML

Pengaruh Upah Minimum dan Penanaman Modal Dalam Negeri Terhadap Tingkat Penganggguran Terbuka di Provinsi Banten Tahun 2020-2023


Populasi yang padat dan persaingan yang ketat untuk pekerjaan dalam beberapa tahun terakhir mengakibatkan Banten memiliki tingkat pengangguran terbuka teratas di Indonesia. Beberapa indikator yang diasumsikan menyebabkan tingginya angka pengangguran yaitu upah minimum kabupaten/kota (UMK) dan penanaman modal dalam negeri (PMDN). Jumlah upah yang ditetapkan oleh pemerintah Provinsi Banten telah meningkat, tetapi peningkatan upah selalu diikuti oleh penurunan permintaan tenaga kerja, yang berarti pengangguran akan terus meningkat. Angkatan kerja yang membutuhkan pekerjaan saat ini tidak sebanding dengan tingkat investasi yang tinggi dan berkembangnya berbagai lapangan pekerjaan. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu 1) Bagaimana pengaruh upah minimum kabupaten/kota (UMK) terhadap tingkat pengangguran terbuka di Provinsi Banten periode 2020-2023, 2) Bagaimana pengaruh penanaman modal dalam negeri (PMDN) terhadap tingkat pengangguran terbuka di Provinsi Banten periode 2020-2023, 3) Bagaimana pengaruh upah minimum kabupaten/kota (UMK) dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) terhadap tingkat pengangguran terbuka di Provinsi Banten periode 2020-2023. Tujuan penelitian ini yaitu 1) Untuk menganalisis pengaruh upah minimum kabupaten/kota (UMK) terhadap tingkat pengangguran terbuka di Provinsi Banten periode 2020-2023, 2) Untuk menganalisis pengaruh penanaman modal dalam negeri (PMDN) terhadap tingkat pengangguran terbuka di Provinsi Banten periode 2020-2023, 3) Untuk menganalisisis pengaruh upah minimum kabupaten/kota (UMK) dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) terhadap tingkat pengangguran terbuka di Provinsi Banten periode 2020-2023. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif. penelitian ini menggunakan data sekunder yang bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS). Penelitian ini menggunakan data panel 8 kabupaten/kota di Provinsi Banten dengan rentang waktu 2020-2023. Populasi penelitian ini adalah kabupaten/kota di Provinsi Banten. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, sebanyak 32 data yang diteliti. Model regresi yang digunakan dalam penelitian ini adalah model fixed effect. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa upah minimum kabupaten/kota (UMK) memiliki pengaruh signifikan terhadap tingkat pengangguran terbuka, yaitu dengan tingkat signifikansi 0,0003 < 0,05. Sedangkan penanaman modal dalam negeri (PMDN) berpengaruh tidak signifikan terhadap tingkat pengangguran terbuka, yaitu dengan tingkat signifikansi 0,6478 > 0,05. Adapun hasil penelitian yang menunjukkan upah minimum kabupaten/kota (UMK) dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) secara simultan berpengaruh terhadap tingkat pengangguran terbuka, yaitu dengan tingkat signifikansi 0,001061 < 0,05.
Sifa Mawadah - Personal Name
SKRIPSI ES 1147
658.32
Text
Indonesia
2024
serang
xv + 176 hlm.: 18 x 25 cm
LOADING LIST...
LOADING LIST...