Detail Cantuman Kembali
الشعر كأداة للمقاومة (تحليل شعر نشيد لمحمد درويش)
Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui unsur internal, unsur eksternal
dan unsur perlawanan dalam puisi “Nasyid” karya Mahmoud Darwish. Penelitian ini
menggunakan pendekatan strukturalisme genetik. Strukturalisme genetik merupakan
analisis struktur dengan memperhatikan asal usul karya sastra dan faktor-faktor yang
berhubungan dengan asal usul karya sastra tersebut. Goldman adalah pendiri
strukturalisme genetik. Goldman bermaksud menggabungkan dua pendekatan
berbeda pendekatan strukturalis (intrinsik atau internal) dan pendekatan sosiologis
(eksternal).
Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian
ini adalah: (1) Apa saja unsur instrinsik dalam puisi "Nasyid" karya Mahmoud
Darwish? (2) Bagaimana pandangan dunia pengarang dalam menulis puisi “Nasyid”?
(3) Apa saja unsur perlawanan dalam puisi? Adapun tujuan penelitian ini adalah: (1)
Untuk mengetahui unsur-unsur intrinsik yang terdapat dalam puisi "Nasyid" karya
Mahmoud Darwish. (2) Untuk mengetahui bagaimana pandangan dunia pengarang
dalam menulis puisi “Nasyid”. (3) Untuk mengetahui bagaimana unsur-unsur
perlawanan yang terdapat dalam puisi "Nasyid" karya Mahmoud Darwish.
Penelitian ini berbentuk penelitian kualitatif. Penelitian ini berfokus pada
penelitian kepustakaan atau library research karena meneliti puisi. Metode analisis
yang digunakan adalah metode deskriptif analisis, setelah mengumpulkan data
deskriptif, data akan dibahas menggunakan bagian-bagian dari teori strukturalisme
genetik.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah unsur-unsur intrinsiknya adalah: (1)
Tema, yang mencakup patriotisme. (2) Imajinasi, yang meliputi imajinasi visual,
imajinasi pendengaran, dan imajinasi taktil. (3) Perasaan yang meliputi kemarahan,
kesedihan, cinta, benci dan ketakutan. (4) Gaya Bahasa yang meliputi tasybīh,
isti‘ārah, kināyah, dan tikrār. Dan pandangan dunia pengarang yang terdapat dalam
puisi “Nasyid” karya Mahmoud Darwish adalah pandangan politik. Pandangan ini
terkait dengan kehidupan Mahmoud Darwish karena dia bukan hanya seorang penyair,
tapi dia juga seorang penyair diplomat. Dan unsur-unsur perlawanan yang terdapat
dalam puisi antara lain (1) Seruan jihad. (2) Harapan untuk masa depan. (3)
Menggambarkan ketidakadilan. (4) Deskripsi pertempuran. (5) Kebanggaan terhadap
kekuatan. (6) Simbol revolusi dan perlawanan. (7) Pengasingan, pendudukan dan
perampasan.
Miftahus Solihah - Personal Name
SKRIPSI BSA 481
892
Text
Bahasa Arab
2024
Serang Banten
xiii + 75 hlm.; 18 x 25 cm
LOADING LIST...
LOADING LIST...







