Detail Cantuman Kembali

XML

Konsep Neo Sufisme Syekh Yusuf Al-Makassari di Nusantara Abad Ke XVII


Dalam studi ini, penulis mengulas mengenai “Konsep Neo-Sufisme Syekh
Yusuf Al-Makassari di Nusantara Abad Ke XVII. Mengenal sosok tokoh
revolusioner dan pejuang muslim di Nusantara abad ke 17 yang berhasil kuat
mengusir penjajah kolonial Belanda pada saat itu, khususnya di wilayah Sulawesi
Selatan dan Banten. Meski pada akhir kematiannya Syekh Yusuf berada ditempat
pengasingan Cape Town (Afrika Selatan). Selama pendidikannya, Syekh Yusuf al-Makassari banyak menimba Ilmu dari tanah kelahirnnya hingga di berbagai tempat
daerah Timur Tengah, maka ajaran keagamaan Syekh Yusuf sangat dipengaruhi dari
ulama Sufi yang bervariasi, dan beliau juga memiliki guru di Haramyn, seperti
Ahmad al-Qusyasyi, Ibrahim al-Kurani, dan Hasan al-‘Ajami. Maka peran ajaran
Syekh Yusuf dalam menyebarkan agama Islam di Nusantara, terkhusus ajaran
tasawwufnya yang tersebar di Nusantara.
Metodologi dalam penelitian ini menggunakan metodologi penelitian
kualitatif yang jenis penelitiannya menggunakan kajian pustaka yang diikuti secara
literatur dan relevan dengan kajian tema yang diangkat. Oleh sebab itu, bahan
penelitian yang digunaka ini berupa buku, makalah dan jurnal ilmiah. Penulis
berusaha semaksimal mungkin untuk menjelaskan secara gamblang berdasarkan
rujukan-rujukan sumber tersebutBerdasarkan latar belakang tersebut, rumusan
masalah dalam skripsi ini adalah sebagai berikut: 1) Bagaimana sejarah singkat
biografi Syekh Yusuf al-Makassari? 2). Apa itu Neo-Sufisme Menurut Perspektif
Dunia Tasawuf ? 3).Bagaimana Konsep Neo-Sufisme Menurut Perspektif Syekh
Yusuf al-Makassari. ?
Hasil penelitian dalam skripsi ini yaitu, konsep Neo-Sufisme yang
dikembangkan oleh Syekh Yusuf al-Makassari, yang menjelaskan tentang hubungan
yang erat antara syariat dan tasawuf. Pengalaman hidupnya yang menjelaskan, bahwa
ilmu tasawuf tidak menjuhakan dari masalah-masalah keduniawian. Konsep
pemikiran Syekh Yusuf ini adalah mengenai upaya pemurnian terhadap keesaan
Tuhan, yang merupakan salah satu kontribusi besar Syekh Yusuf dalam menjelaskan
transendensi Tuhan. Yaitu: 1) Keesaan Tuhan (Tauhid), 2) Transendensi dan
Immanensi, 3) Penampakan diri Tuhan (Tajalli), 4) Ihat al-ma’iyah. Namun Syekh
Yusuf meyakini bahwa Tuhan itu Ihatha al-Maiya, (Tuhan turun , sementara manusia
naik). Syekh Yusuf seorang tokoh yang menolak keras ajaran wahdatul wujud Ibnu
'Arabi, yang kemudian mengembangkan konsep wahdat as-Syuhud. Ahmad as-Sirhindi dan Syah wali Allah. Syekh Yusuf juga merupakan tokoh yang
mengembangkan tarekat Khalwatiyah di Nusantara.
Nasrohu - Personal Name
SKRIPSI AFI 101
2x5.2
Text
Indonesia
2024
serang
xxi + 111 hlm.; 18 x 25 cm
LOADING LIST...
LOADING LIST...