Detail Cantuman Kembali

XML

Konsep Kontemplasi (Studi Perbandingan Tafakur Al-Ghazali dan Meditasi Marcus Aurelius)


Fokus pembahasan skripsi ini adalah menjawab pertanyaan tentang
perbedaan dan persamaan konsep kontemplasi menurut Al-Ghazali dan Marcus Aurelius.
Pertanyaan ini berangkat dari adanya perbedaan latar belakang pemikiran dari Al-Ghazali
dipengaruhi oleh tasawuf, dan pemikiran Marcus Aurelius dipengaruhi oleh filsafat Stoik
(Yunani-Romawi).
Manusia yang kehilangan keseimbangan diri dan merasa terancam oleh
ketidakharmonisan lingkungan dan hubungan sosialnya seringkali mulai mempertimbangkan
diri mereka dengan serius. Perasaan keterasingan ini mendorong mereka untuk merenungkan
kekurangan diri dan melakukan evaluasi mendalam terhadap diri sendiri. Pendekatan sufistik
dan filsafat stoik memberikan solusi bagi individu untuk menghadapi masalah kehidupan ini.
Marcus Aurelius menekankan kehidupan yang dinamis, tidaklah tetap dan kaku, sementara
Al-Ghazali menyoroti pentingnya agama sebagai landasan untuk mencapai ketenangan
dalam hidup. Dua tradisi yang berasal dari Islam dan filsafat Barat, yakni stoikisme dan
tasawuf, telah menawarkan cara bagi seseorang untuk mencapai ketenangan batin yang
relevan dengan perkembangan zaman.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: 1) Apa konsep kontemplasi dalam
perspektif Al-Ghazali dan Marcus Aurelius? 2) Bagaimana praktik berkontemplasi dalam
perspektif Al-Ghazali dan Marcus Aurelius? 3) Bagaimana perbedaan dan persamaan konsep
kontemplasi dalam perspektif Al-Ghazali dan Marcus Aurelius?. Adapun tujuan dari
penelitian ini adalah: 1) Untuk mengetahui konsep kontemplasi dalam prespektif Al-Ghazali
dan Marcus Aurelius. 2) Untuk mengetahui praktik berkontemplasi menurut Al-Ghazali dan
Marcus Aurelius. 3) Untuk mengetahui perbedaan dan persamaan kontemplasi menurut Al-Ghazali dan Marcus Aurelius.
Penelitian ini menggunakan penelitian kepustakaan (library research) dengan
menggunakan model pendekatan komparatif. Sumber data dalam penelitian ini terbagi
mejadi dua kategori yaitu, data primer dan data sekunder. Sumber primer berasal dari buku
Al-Ghazali dan Marcus Aurelius, dan sumber sekunder berasal dari jurnal, artikel dan buku
lainya yang berkaitan dengan masalah penelitian.
Dari hasil penelitian, diketahui bahwa konsep kontemplasi keduanya sangat relevan
dipraktikkan. Keduanya sama-sama memiliki nilai-nilai moral yang tinggi. Al-Ghazali
mengajarkan bahwa kontemplasi bukan hanya sekadar pengamatan atau pemikiran, tetapi
lebih merupakan sebuah perjalanan batin yang mengarah pada pemahaman yang lebih dalam
tentang eksistensi dan hubungan manusia dengan Tuhan, karena salah satu karakteristik
tasawuf yaitu memiliki obsesi kedamaian dan ketenangan spiritual. Sedangkan Marcus
Aurelius mengajarkan untuk menanggapi pikiran dan perilaku suatu masalah dengan cara
sederhana, tidak berlebihan ketika masalah tersebut diperoleh bukan dari diri kita, maka kita
berhak untuk tidak mencampuri apa yang tidak kita perbuat. Menurut Marcus, kontemplasi
adalah cara untuk memahami alam pikiran dan mengendalikan emosi, sehingga individu
dapat hidup sesuai dengan prinsip-prinsip kebijaksanaan.
Syahrul Ramadhan - Personal Name
SKRIPSI AFI 100
188
Text
Indonesia
2023
serang
xx + 84 hlm.; 18 x 25 cm
LOADING LIST...
LOADING LIST...