<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="29559">
<titleInfo>
<title>Konsep Kontemplasi (Studi Perbandingan Tafakur Al-Ghazali dan Meditasi Marcus Aurelius)</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Syahrul Ramadhan</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">serang</placeTerm></place>
<publisher></publisher>
<dateIssued>2023</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>xx + 84 hlm.; 18 x 25 cm</extent>
</physicalDescription>
<note>Fokus pembahasan skripsi ini adalah menjawab pertanyaan tentang 
perbedaan dan persamaan konsep kontemplasi menurut Al-Ghazali dan Marcus Aurelius. 
Pertanyaan ini berangkat dari adanya perbedaan latar belakang pemikiran dari Al-Ghazali
dipengaruhi oleh tasawuf, dan pemikiran Marcus Aurelius dipengaruhi oleh filsafat Stoik 
(Yunani-Romawi).
Manusia yang kehilangan keseimbangan diri dan merasa terancam oleh 
ketidakharmonisan lingkungan dan hubungan sosialnya seringkali mulai mempertimbangkan 
diri mereka dengan serius. Perasaan keterasingan ini mendorong mereka untuk merenungkan 
kekurangan diri dan melakukan evaluasi mendalam terhadap diri sendiri. Pendekatan sufistik 
dan filsafat stoik memberikan solusi bagi individu untuk menghadapi masalah kehidupan ini. 
Marcus Aurelius menekankan kehidupan yang dinamis, tidaklah tetap dan kaku, sementara 
Al-Ghazali menyoroti pentingnya agama sebagai landasan untuk mencapai ketenangan 
dalam hidup. Dua tradisi yang berasal dari Islam dan filsafat Barat, yakni stoikisme dan 
tasawuf, telah menawarkan cara bagi seseorang untuk mencapai ketenangan batin yang 
relevan dengan perkembangan zaman.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: 1) Apa konsep kontemplasi dalam 
perspektif Al-Ghazali dan Marcus Aurelius? 2) Bagaimana praktik berkontemplasi dalam 
perspektif Al-Ghazali dan Marcus Aurelius? 3) Bagaimana perbedaan dan persamaan konsep 
kontemplasi dalam perspektif Al-Ghazali dan Marcus Aurelius?. Adapun tujuan dari 
penelitian ini adalah: 1) Untuk mengetahui konsep kontemplasi dalam prespektif Al-Ghazali 
dan Marcus Aurelius. 2) Untuk mengetahui praktik berkontemplasi menurut Al-Ghazali dan
Marcus Aurelius. 3) Untuk mengetahui perbedaan dan persamaan kontemplasi menurut Al-Ghazali dan Marcus Aurelius.
Penelitian ini menggunakan penelitian kepustakaan (library research) dengan 
menggunakan model pendekatan komparatif. Sumber data dalam penelitian ini terbagi 
mejadi dua kategori yaitu, data primer dan data sekunder. Sumber primer berasal dari buku 
Al-Ghazali dan Marcus Aurelius, dan sumber sekunder berasal dari jurnal, artikel dan buku 
lainya yang berkaitan dengan masalah penelitian. 
Dari hasil penelitian, diketahui bahwa konsep kontemplasi keduanya sangat relevan 
dipraktikkan. Keduanya sama-sama memiliki nilai-nilai moral yang tinggi. Al-Ghazali 
mengajarkan bahwa kontemplasi bukan hanya sekadar pengamatan atau pemikiran, tetapi 
lebih merupakan sebuah perjalanan batin yang mengarah pada pemahaman yang lebih dalam 
tentang eksistensi dan hubungan manusia dengan Tuhan, karena salah satu karakteristik 
tasawuf yaitu memiliki obsesi kedamaian dan ketenangan spiritual. Sedangkan Marcus 
Aurelius mengajarkan untuk menanggapi pikiran dan perilaku suatu masalah dengan cara 
sederhana, tidak berlebihan ketika masalah tersebut diperoleh bukan dari diri kita, maka kita 
berhak untuk tidak mencampuri apa yang tidak kita perbuat. Menurut Marcus, kontemplasi 
adalah cara untuk memahami alam pikiran dan mengendalikan emosi, sehingga individu 
dapat hidup sesuai dengan prinsip-prinsip kebijaksanaan.</note>
<classification>188</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>UIN SMH Banten Perpustakaan Pusat</physicalLocation>
<shelfLocator>SKRIPSI AFI 100</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">SKRIPSI AFI 100</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator>SKRIPSI AFI 100</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>29559</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-12-10 11:20:18</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-12-10 11:20:31</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>