<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="29552">
<titleInfo>
<title>Insan Kamil dalam Perspektif Ajaran Martabat Tujuh Kiai Muhammad Santri</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Sara Yuniar</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">serang</placeTerm></place>
<publisher></publisher>
<dateIssued>2024</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>xviii + 146 hlm.; 18 x 25 cm</extent>
</physicalDescription>
<note>Pada dasarnya manusia adalah makhluk Allah yang memiliki kesempurnaan dan keunggulan dari pada makhluk Allah yang lainnya, meskipun kesempurnaan itu hanya milik Allah semata. Namun kesempurnaan manusia dari sisi pencipta-Nya telah dituliskan dalam Al-Qur’an yakni dalam Surah At-Tin ayat 4. Untuk mencapai derajat Insān Kāmil memang tidak mudah, namun setiap manusia memiliki kesempatan untuk mencapai derajat Insān Kāmil jika Allah sudah berkehendak tidak ada yang mustahil, meskipun memang sosok Insān Kāmil itu sejatinya ada pada Nabi Muhammad Saw. Menurut Kiai Santri manusia yang sudah mencapai derajat Insān Kāmil dapat melakukan taraqi dan tanazul, dan Kiai Santri juga mencontohkan sosok Insān Kāmil itu ada pada Nabi Muhammad Saw. Berdasarkan pada latar belakang diatas, maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana konsep Insān Kāmil dalam ajaran martabat tujuh Kiai Muhammad Santri dan tujuan urgensi mencapai derajat Insān Kāmil di Era Modern. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode kepustakaan (library research) di mana dalam suatu riset menggunakan sumber pustaka untuk memperoleh data dan hanya menggunakan bahan-bahan pustaka tanpa melakukan riset lapangan. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa Insān Kāmil itu manusia yang sempurna dalam artian syariat, hakikat tharῑqahnya sudah menjadi praktik yang terintegral. Secara ruhani dia sudah merasakan pengalaman-pengalaman ruhani, secara ilmu dia sudah merasakan pemahaman soal ilmu dan shuhūd mushāhadah dengan benar. Konsep insān kāmil ini memang perlu diterapkan untuk mencegah terjadinya degradasi moralitas dalam masyarakat apalagi pada era modern ini sebagai bentuk pola pembangunan karakter dan moralitas serta spiritualitas pada diri masyarakat modern sehingga terciptanya kehidupan yang lebih baik dan tentram jiwa di dunia dan di akhirat, dengan keseimbangan pengetahuan jasmani dan pengetahuan ruhani atau spiritual.</note>
<classification>2x7.1</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>UIN SMH Banten Perpustakaan Pusat</physicalLocation>
<shelfLocator>SKRIPSI AFI 98</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">SKRIPSI AFI 98</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator>SKRIPSI AFI 98</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>29552</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-12-10 10:49:26</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-12-10 10:49:41</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>