Detail Cantuman Kembali
Aplikasi Uji Tetrazolium untuk Mendeteksi Viabilitas Benih Kedelai (Glycine max L. Merr) Kedaluwarsa
Benih kedaluwarsa umumnya mengalami kemunduran kualitas untuk dibudidayakan. Upaya peningkatan produktivitas benih kedelai sebelum tanam dapat dilakukan dengan pengujian cepat menggunakan uji tetrazolium (TZ). Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi viabilitas benih kedelai kedaluwaarsa berdasarkan pola-pola pewarnaan embrio, menggunakan uji cepat tetrazolium untuk menentukan kriteria normal kuat, normal lemah, abnormal, benih mati benih dan indeks vigor. Penelitian dilakukan di UPTD Pengawasan dan Sertifikasi Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Banten. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif eksploratif, menggunakan RAL. Perlakuan terdiri dari satu faktor dengan tiga variasi taraf viabilitas dengan enam kali ulangan. Taraf viabilitas yang digunakan yaitu viabilitas tinggi (V1),viabilitas sedang (V2),viabilitas rendah (V3) yang didapatkan melalui uji awal daya berkecambah dengan benih umur V1= 8 bulan, V2= 10 bulan, V3= 11 bulan. Uji hasil tetrazolium benih kedelai menghasilkan pola pewarnaan sebagai berikut: 2 pola kecambah normal kuat, 2 pola normal lemah, 2 pola kecambah abnormal, dan 4 pola benih mati. Uji tetrazolium dapat meningkatkan pada kriteria Normal kuat dimana kriteria benih mati menurun dapat dibandingkan dengan uji daya berkecambah sehingga dapat mendeteksi viabilitas benih kedelai. Koefisien korelasi r = 1 mendekati 1); hubungan cukup kuat antara Normal Kuat (r = 0,634) dengan abnormal (r = 0, 597) dan dengan indeks vigor (r = 0,634). Sehingga uji tetrazolium lebih efektif untuk mendeteksi viabilitas potensial pada benih kedelai kedaluwarsa.
Salsabilla - Personal Name
SKRIPSI BIO 040
633.3
Text
Indonesia
2024
serang
xv + 57 hlm.; 18 x 25 cm
LOADING LIST...
LOADING LIST...







