<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="29541">
<titleInfo>
<title>Aplikasi Uji Tetrazolium untuk Mendeteksi Viabilitas Benih Kedelai (Glycine max L. Merr) Kedaluwarsa</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Salsabilla</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">serang</placeTerm></place>
<publisher></publisher>
<dateIssued>2024</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>xv + 57 hlm.; 18 x 25 cm</extent>
</physicalDescription>
<note>Benih kedaluwarsa umumnya mengalami kemunduran kualitas untuk dibudidayakan. Upaya peningkatan produktivitas benih kedelai sebelum tanam dapat dilakukan dengan pengujian cepat menggunakan uji tetrazolium (TZ). Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi viabilitas benih kedelai kedaluwaarsa berdasarkan pola-pola pewarnaan embrio, menggunakan uji cepat tetrazolium untuk menentukan kriteria normal kuat, normal lemah, abnormal, benih mati benih dan indeks vigor. Penelitian dilakukan di UPTD Pengawasan dan Sertifikasi Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Banten. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif eksploratif, menggunakan RAL. Perlakuan terdiri dari satu faktor dengan tiga variasi taraf viabilitas dengan enam kali ulangan. Taraf viabilitas yang digunakan yaitu viabilitas tinggi (V1),viabilitas sedang (V2),viabilitas rendah (V3) yang didapatkan melalui uji awal daya berkecambah dengan benih umur V1= 8 bulan, V2= 10 bulan, V3= 11 bulan. Uji hasil tetrazolium benih kedelai menghasilkan pola pewarnaan sebagai berikut: 2 pola kecambah normal kuat, 2 pola normal lemah, 2 pola kecambah abnormal, dan 4 pola benih mati. Uji tetrazolium dapat meningkatkan pada kriteria Normal kuat dimana kriteria benih mati menurun dapat dibandingkan dengan uji daya berkecambah sehingga dapat mendeteksi viabilitas benih kedelai. Koefisien korelasi r = 1 mendekati 1); hubungan cukup kuat antara Normal Kuat (r = 0,634) dengan abnormal (r = 0, 597) dan dengan indeks vigor (r = 0,634). Sehingga uji tetrazolium lebih efektif untuk mendeteksi viabilitas potensial pada benih kedelai kedaluwarsa.</note>
<classification>633.3</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>UIN SMH Banten Perpustakaan Pusat</physicalLocation>
<shelfLocator>SKRIPSI BIO 040</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">SKRIPSI BIO 040</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator>SKRIPSI BIO 040</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>29541</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-12-06 15:12:25</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-12-06 15:12:38</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>