<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="29539">
<titleInfo>
<title>Konservasi Phalaenopsis amboinensis J.J.S., Secara In Vitro Melalui Pertumbuhan Lambat Menggunakan Paklobutrazol</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Kurotul Uyun</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">serang</placeTerm></place>
<publisher></publisher>
<dateIssued>2024</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>xviii + 54 hlm.; 18 x 25 cm</extent>
</physicalDescription>
<note>Konservasi anggrek Phalaenopsis amboinensis secara in vitro menggunakan metode pertumbuhan lambat dapat menjadi salah satu alternatif dalam memperlambat metabolisme fisiologis tanaman, plantlet dalam kondisi hidup dapat disimpan dalam waktu lama, mengurangi kegiatan subkultur, serta menghemat waktu, biaya, dan tenaga. Konservasi pertumbuhan lambat secara in vitro dapat dilakukan dengan memodifikasi komposisi media kultur dengan penambahan retardant berupa paklobutrazol (PBZ). Paklobutrazol merupakan triazol yang bersifat anti-giberelin yang dapat menghambat laju pertumbuhan vegetatif tanaman. Rancangan penelitian yang digunakan berupa rancangan acak lengkap (RAL) dengan faktor tunggal yaitu konsentrasi PBZ (0; 2; 4; 6; dan 8 mg/l). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh PBZ dalam menghambat pertumbuhan plantlet P. amboinensis serta waktu yang dibutuhkan plantlet untuk tumbuh kembali secara normal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan PBZ ke dalam media kultur memberikan pengaruh yang signifikan terhadap parameter pertambahan tinggi plantlet, pertambahan panjang daun, pertambahan jumlah daun, pertumbuhan jumlah akar, dan waktu kemunculan tunas dengan nilai signifikansi kurang dari 0,05 kecuali parameter jumlah tunas. Konsentrasi PBZ 4 mg/l optimal dalam menghambat pertambahan panjang daun, konsentrasi 6 mg/l optimal dalam menekan pertambahan tinggi dan jumlah daun plantlet, dan konsentrasi 8 mg/l optimal dalam menurunkan pertambahan jumlah akar dan memperlambat waktu kemunculan tunas. Hasil uji recovery menunjukkan bahwa plantlet P. amboinensis dapat tumbuh normal kembali dengan waktu yang dibutuhkan berkisar antara 6-10 minggu pada semua parameter dengan nilai signifikansinya lebih dari 0,05, kecuali pertambahan panjang dan jumlah daun yang masih memperlihatkan efek dari PBZ yang ditandai dengan nilai signifikansi kurang dari 0,05. Hal ini dipengaruhi oleh perbedaan waktu pemulihan pada parameter panjang daun dan jumlah daun plantlet P. amboinensis.</note>
<classification>584.4</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>UIN SMH Banten Perpustakaan Pusat</physicalLocation>
<shelfLocator>SKRIPSI BIO 039</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">SKRIPSI BIO 039</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator>SKRIPSI BIO 039</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>29539</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-12-06 14:55:56</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-12-06 14:56:08</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>