<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="29533">
<titleInfo>
<title>Analisis dan Karakterisasi ReaksiI LaH2 dengan H2 dalam Pengembangan Material Superkonduktor</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Ines Hayatun Nufus</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">serang</placeTerm></place>
<publisher></publisher>
<dateIssued>2024</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>xix + 60 hlm.; 18 x 25 cm</extent>
</physicalDescription>
<note>Logam hidrida telah menarik perhatian besar para peneliti superkonduktor karena memiliki potensi dalam superkonduktor suhu tinggi. Penemuan besar dalam penelitian terjadi saat para ilmuwan menemukan bahwa campuran logam hidrida dengan hidrogen yang diberikan tekanan tinggi dapat menghasilkan sifat superkonduktor pada suhu yang lebih tinggi dibandingkan superkonduktor suhu rendah. Penelitian ini mengembangkan material superkonduktor berbasis lantanum hidrida (LaH2) melalui reaksi dengan gas hidrogen (H2) menggunakan metode ball milling. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mengkarakterisasi hasil reaksi antara LaH2 dengan H2 serta mengidentifikasi potensinya sebagai material superkonduktor. Proses sintesis dilakukan menggunakan metode ball milling untuk mencampurkan dan menghaluskan material LaH2 dan H2 dengan parameter yang terkontrol. Karakterisasi menggunakan XRD menunjukan bahwa terdapat dua fasa utama yang terbentuk adalah LaH2 dengan struktur kristal FCC dan La2O3 dengan struktur kristal hexagonal. SEM menunjukan partikel yang terbentuk bulat dengan ukuran rata-rata 6420 nm, sedangkan analisis PSA menunjukan bahwa distribusi ukuran partikel produk meluas akibat aglomerasi selama proses milling. Sehingga dapat disimpulkan bahwa produk yang dihasilkan mengandung fasa tambahan seperti La2O3 akibat oksidasi selama proses sintesis, oksidasi menunjukan adanya kendala dalam kontrol atmosfer selama proses ball milling.</note>
<classification>530</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>UIN SMH Banten Perpustakaan Pusat</physicalLocation>
<shelfLocator>SKRIPSI FIS 037</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">SKRIPSI FIS 037</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator>SKRIPSI FIS 037</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>29533</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-12-06 13:42:24</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-12-06 13:42:35</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>