<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="29519">
<titleInfo>
<title>Relasi Islam dan Kebebasan Eksistensi Muslim di Ranah Domestik (Kritik atas Universalitas Konsep Budaya Patriarki)</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Ilham</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">serang</placeTerm></place>
<publisher></publisher>
<dateIssued>2024</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>xv + 105 hlm.; 18 x 25 cm</extent>
</physicalDescription>
<note>Patriarki diidentikkan dengan budaya yang berkembang di masyarakat yang menindas perempuan bahkan memarjinalkan perempuan. Beberapa akademisi melakukan penelitian di Indonesia berusaha untuk membuktikan bahwa budaya Patriarki merupakan penyebab utama keterpurukan perempuan tersebut. Namun sebagian besar masyarakat di Indonesia menggunakan budaya Patriarki sebagai budaya yang dilegalkan dalam berkeluarga. Sehingga adanya universalitas konsep budaya Patriarki tersebut tentu menjadi suatu hal yang urgen untuk dikaji ulang. Penelitian ini bertujuan hendak menjelaskan ketidaksesuaian universalitas konsep budaya patriarki yang mendominasi kebebasan perempuan dalam Islam serta menjelaskan relasi antara Islam dan kebebasan individu muslim di ranah domestik. Untuk mendapatkan jawaban dari tujuan tersebut penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi dokumen dan perspektif teologis – filosofis. Penelitian ini menunjukkan bahwa universalitas budaya patriarki yang menganggap patriarki sebagai budaya yang mendominasi bahkan memarjinalkan perempuan muncul karena memahami adanya peran dalam Islam sebagai bentuk struktural saja. Selain itu dalam Islam dan eksistensialisme Muhammad Iqbal kebebasan tidak dapat diartikan sebagai suatu sikap untuk melakukan segala hal sesuka hati tanpa memperhatikan kebebasan individu lainnya. Kehadiran agama dan ketaatan terhadap ajaran agama justru menjadi kebebasan sejati bagi manusia agar tidak menghalangi kebebasan individu dengan individu lainnya. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa budaya patriarki dalam Islam merupakan budaya yang peduli terhadap individu yang dipimpin (istri maupun anak). Bahkan dapat dikatakan bahwa budaya patriarki dalam Islam merupakan budaya yang merugikan eksistensi individu yang berperan sebagai pemimpin (suami maupun orang tua).</note>
<classification>2x0.07</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>UIN SMH Banten Perpustakaan Pusat</physicalLocation>
<shelfLocator>TESIS SII 004</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">TESIS SII 004</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator>TESIS SII 004</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>29519</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-12-06 10:05:52</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-12-06 10:06:10</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>