Detail Cantuman Kembali

XML

Peran Kelompok Wanita Tani (KWT) Gemas Implan dalam Meningkatkan Ekonomi Masyarakat Melalui Pemanfaatan Lahan Kosong di Kelurahan Gandasari Kecamatan Jatiuwung Kota Tangerang


Kelompok Wanita Tani (KWT) Gemas Implan merupakan sebuah
kelompok dinamis yang dibentuk untuk memberdayakan sumber daya alam
dan sumber daya manusia yang ada di sekitar. Latar belakang didirikannya
kelompok ini adalah karena adanya potensi lahan kosong yang tidak terurus
dan menjadi salah satu alternatif penyelesaian masalah ekonomi masyarakat
sekitar. Adanya KWT Gemas Implan ini diharapkan bisa membuat
masyarakat lebih berdaya sebagai upaya dalam meningkatkan kemampuan
dan kemandirian masyarakat lokal dalam memanfaatkan sumber daya yang
tersedia. Oleh karena itu KWT Gemas Implan melakukan gerakan
pemberdayaan masyarakat yang berfokus pada pertanian.
Tujuan dari penelitian ini adalah: 1) untuk mengetahui program KWT
Gemas Implan dalam meningkatkan ekonomi masyarakat melalui
pemanfaatan lahan kosong. 2) untuk mengetahui peran KWT Gemas Implan
dalam meningkatkan ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan lahan
kosong. 3) untuk mengetahui faktor pendukung dan faktor penghambat yang
dihadapi KWT Gemas Implan. Penelitian ini menggunakan metode
deskriptif kualitatif, karena penulis menggambarkan objek penelitian
berdasarkan fakta dan yang ada di tempat penelitian. Teknik pengumpulan
data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi.
Adapun teknik analisis data yang dilakukan dengan cara mereduksi data,
penyajian data dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini dilakukan mulai
pada bulan Oktober 2023-Maret 2024.
Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh dari lapangan dan
didapatkan bahwa: 1) KWT Gemas Implan mempunyai empat program
pemberdayaan, yaitu: budidaya sayuran, budidaya ikan lele, pelatihan-pelatihan, produk usaha rumahan (homemade). 2) peran yang dilakukan oleh
KWT Gemas Implan adalah peran sebagai peranan memfasilitasi, peranan
mendidik, peranan representasi, peranan teknis. 3) faktor pendukungnya
adalah adanya aset lahan untuk budidaya, adanya kerja sama dari pemerintah
setempat, dan adanya partisipasi aktif dari masyarakat. Adapun faktor
penghambatnya adalah lahan yang kering, kurangnya solidaritas sesama
anggota, dan kurangnya menguasai teknologi sosial media.
Adelfira - Personal Name
SKRIPSI PMI 273
630.92
Text
Indonesia
2024
serang
xvi + 111 hlm.; 18 x 25 cm
LOADING LIST...
LOADING LIST...