Detail Cantuman Kembali
Hubungan Ketahanan Keluarga Dengan Kematangan Emosi Mahasiswa Tahun Ketiga Program Studi Bimbingan Konseling Islam UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten
Ketahanan keluarga atau family resilence merupakan sebuah sistem bertahan suatu keluarga dari kondisi krisis sehingga mampu menghadapi sebuah kesulitan dan bangkit dari keterpurukan. Sedangkan kematangan emosi adalah tercapainya titik kedewasaan seseorang dalam perkembangan emosionalnya sehingga dapat menunjukkan emosinya secara tepat dan bijaksana serta dapat mengontrol dirinya dalam segala situasi. Adanya hubungan antara kedua variabel merupakan bentuk dari gambaran tingginya tingkat ketahanan keluarga diikuti dengan tingginya tingkat kematangan emosi. Oleh karena itu penelitian ini dilakukan dengan tujuan: (1) mengetahui tingkat ketahanan keluarga mahasiswa tahun ketiga Program Studi Bimbingan Konseling Islam, (2) mengetahui tingkat kematangan emosi mahasiswa tahun ketiga Program Studi Bimbingan Konseling Islam, dan (3) mengetahui hubungan ketahanan keluarga dengan kematangan emosi mahasiswa tahun ketiga Program Studi Bimbingan Konseling Islam UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif-asosiatif guna mengetahui hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner ketahanan keluarga Walsh (WFRQ) dan kuesioner kematangan emosi yang disusun oleh peneliti berdasarkan teori Murrray dan Cole dengan jumlah sampel sebanyak 132 responden dari mahasiswa tahun ketiga Program Studi Bimbingan Konseling Islam Tahun ajaran 2023/2024. Pengolahan serta analisis data penelitian menggunakan aplikasi IBM SPSS versi 22 dengan analisis Pearson’s correlational product moment. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat diketahui bahwa: (1) tingkat ketahanan keluarga dan kematangan emosi mahasiswa tahun ketiga mahasiswa prodi BKI berada dalam kategori sedang, (2) perolehan nilai rata-rata dari ketahanan keluarga responden sebesar 115,5 sebanyak 39,4%, (3) perolehan nilai rata-rata dari kematangan emosi responden sebesar 105 sebanyak 41,7%. Serta dapat dilihat adanya hubungan yang signifikan antara keduanya dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05 dan nilai Fhitung 1,003 < 3,910. Nilai koefisien keduanya sebesar 0,491 sehingga dapat diartikan keduanya menunjukkan hubungan yang positif dan cukup kuat. Artinya semakin tinggi tingkat ketahanan keluarga mahasiswa tahun ketiga maka akan semakin tinggi pula tingkat kematangan emosi mahasiswa tahun ketiga pada Program Studi Bimbingan Konseling Islam UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten.
Aufi Nadila - Personal Name
SKRIPSI BKI 1059
158.3
Text
Indonesia
2024
serang
xvii + 106 hlm.; 18 x 25 cm
LOADING LIST...
LOADING LIST...







