<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="29328">
<titleInfo>
<title>Childfree dalam Pandangan Al-Qur'an (Studi Tafsir Tenatik)</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Zahrotuttoyyibah</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">serang</placeTerm></place>
<publisher></publisher>
<dateIssued>2023</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>xxii + 71 hlm.; 18 x 25 cm</extent>
</physicalDescription>
<note>Dalam penelitian ini penulis membahas fenomena childfree yang dimana fenomena tersebut sempat ramai menggemparkan negara Indonesia ini. Childfree merupakan prinsip hidup seseorang baik wanita maupun pria untuk tidak ingin memiliki anak. Negara Indonesia ini yang kental akan adat istiadat tentu banyak menimbulkan pendapat pro dan juga kontra apalagi negara ini mayoritas agama Islam yang dimana tujuan dari pernikahan yang tercantum dalam Al-Qur’an ialah salah satunya memiliki keturunan. Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah dalam skripsi ini adalah: 1. Bagaimana al-Qur’an berbicara childfree? 2. Bagaimana Kitab Al-Qurtubi dan Wahbah Zuḥaylī memolehkan childfree?. Tujuan dari penelitian ini adalah 1. Untuk mengetahui bagaimana al-Qur’an memandang childfree 2. Untuk mengetahui bagaimana Al-Qurthubi dan Wahbah Zuḥaylī membolehan childfree. Dalam skripsi ini penulis menggunakan metode penelitian kepustakaan (Library Research) atau penelitian kepustakaan. Penelitian ini menggunakan metode tafsir tematik. Penelitian ini bertujuan untuk mengumpulkan informasi dan juga data dengan bantuan dengan berbagai macam material yang ada diperpustakaan seperti kitab, buku, artikel bahkan jurnal dan lain sebagainya yang berkaitan dengan penelitian ini. Penelitian kali ini sumber primer tersebut berasal dari kitab-kitab tafsir seperti Tafsir Al-Jāmi’ Li Ahkamul Qur’ān karya Al-Qurtubi, kitab Tafsir Al-Munīr karya Wahbah Az-Zuḥailī. Kemudian data tersebut dianalisa dengan menggunakan metode deskriptif analisis. Hasil Dari Penelitian ini menjelaskan anak merupakan bagian dari tujuan pernikahan dan juga merupakan anugerah dari Allah SWT, maka Al-Qur’an menegaskan secara mutlak mengenai larangan fenomena childfree. Kita sebagai manusia tidak boleh membunuh anak dengan alasan apapun berarti jika dikaitkan dengan fenomena chldfree maka hal ini dilarang. biarpun begitu namun ayat ini terdapat pengecualian yaitu kecuali dengan alasan yang benar jadi childfree dengan tegas dilarang oleh Al-Qur’an namun diperbolehkan jika adanya suatu alasan tertentu.</note>
<classification>2x1.4</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>UIN SMH Banten Perpustakaan Pusat</physicalLocation>
<shelfLocator>SKRIPSI IAT 613</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">SKRIPSI IAT 613</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator>SKRIPSI IAT 613</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>29328</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-11-08 14:46:03</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-11-08 14:46:23</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>