<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="29312">
<titleInfo>
<title>Analisis Optimalisasi Penghimpunan Zakat dengan Penerapan Teknologi Digital pada Masyarakat di Kota Serang (Studi Kasus Badan Amil Zakat Kota Serang)</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Rachma Divasuci Sudrajat</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">serang</placeTerm></place>
<publisher></publisher>
<dateIssued>2024</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>104 hlm.; 18 x 25 cm</extent>
</physicalDescription>
<note>Analisis Optimalisasi Pengumpulan Zakat dengan Penerapan Teknologi Digital di Kota Serang merupakan kajian mendalam mengenai optimalisasi pengumpulan zakat dengan menggunakan teknologi digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara,dan dokumentasi. Informan penelitian antara lain staf pelaksana bidang pengumpulan BAZNAS Kota Serang, muzaki (perseorangan), dan UPZ (Unit Pengumpul Zakat) Pada penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian kualitatif lapangan atau field research, hasil wawancara dari penelitian menunjukkan bahwa Pengenalan teknologi digital pada penghimpunan zakat di BAZNAS Kota Serang telah dimulai sejak tahun 2016 dan diperkuat pada masa pandemi COVID-19 dengan penggunaan QRIS dan m-banking. BAZNAS telah membuka layanan pembayaran zakat secara online melalui dua opsi: QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) dan transfer bank m-banking. Tetapi memang masyarakat masih banyak melakukan pembayaran secara tunai. Dari hasil pendapatan dana zakat juga terlihat perbandingan yang cukup jauh, pembayaran secara tunai menjadi point paling utama yang masih sering dilakukan masyarakat atau muzaki. Penggunaan teknologi digital digunakan sesekali saat seseorang dalam kondisi sibuk atau tidak sempat sehingga tidak memungkinan untuk datang ke badan amil zakat secara langsung. Kualitas pelayanan yang baik atau kurangnya kegiatan pengoptimalan dalam penghimpunan zakat dengan penerapan teknologi digital juga menjadi salah satu faktor masyarakat lebih banyak menggunakan pembayaran zakat secara tunai, sehingga dalam optimalisasi penghimpunan zakat tidak begitu optimal akan tetapi tidak mengurangi pendapatan dana zakat dari muzaki.</note>
<classification>2x6.3</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>UIN SMH Banten Perpustakaan Pusat</physicalLocation>
<shelfLocator>SKRIPSI ES 1124</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">SKRIPSI ES 1124</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator>SKRIPSI ES 1124</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>29312</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-11-08 09:07:16</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-11-08 09:07:27</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>