<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="29216">
<titleInfo>
<title>كلمة استوى و مشتقاتهافي القرآن الكريم (دراسة دلاليّة)</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Tb. Muhammad Zaidan Ramadhani</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Serang Banten</placeTerm></place>
<publisher></publisher>
<dateIssued>2024</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">ar</languageTerm>
<languageTerm type="text">Bahasa Arab</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>xv + 63 hlm.; 18 x 25 cm</extent>
</physicalDescription>
<note>Dalam penafsiran kata “istawā” mempunyai beberapa makna yang berbeda-beda 
pada setiap ayat al-qur’an, karena, disetiap ayat al-qur’an pasti terdapat maksud yang berbeda 
pula sesuai dengan konteks ayatnya. oleh karena itu, penelitian ini akan membahas tentang 
derivasi kata ”istawā” dan maknanya dalam al-qur’an dengan analisis komponen semantik. 
Permasalahan pada penelitian kali ini adalah 1). Apa derivasi kata ”istawā” didalam 
al-qur’an?. 2). Apa makna kata “istawā” dan derivasinya didalam al-qur’an?. 3). Serta 
bagaimana analisis komponen makna pada kata “istawā” yang terkandung didalam al
qur’an?.  Maka, penelitian ini bertujuan mencari: 1). Derivasi  kata “istawā” dan maknanya 
dalam al-qur’an. 2). Makna kata “istawā” dan derivasinya didalam al-qur’an. 3). Analisis  
komponen makna pada kata “istawā” yang terkandung didalam al-qur’an. Dalam penelitian 
ini mengadopsi metode pendekatan deskriptif kualitatif. Karena, penelitian ini 
menggambarkan bagaimana kata “istawā” beserta makna-maknanya dengan kata-kata 
tertulis. Selanjutnya, metode analisis yang digunakan adalah analisis komponensial semantik. 
Metode ini menjabarkan apa saja komponen yang terdapat pada kata “istawā”. 
Kata “istawā” dan derivasinya diulang sebanyak 35 kali dalam Al-qur’an, yang 
mencakup dari derivasinya yaitu fi’il māḍī dan fi’il muḍārī’ saja dengan ḍāmīr yang berbeda
beda. Derivasi kata “istawā” meliputi: istawā – yastawī – istiwā an – mustawin – mustawan – istawin – lā tastawin – mustawan – mustawan. Adapun makna kata “istawā” terbagi 
menjadi 8 bagian, diantaranya: naik, bermaksud, sempurna akal, memperkuat dan tumbuh, 
menampakkan wujud asli, seimbang, berlabuh, dan sama. Komponen makna kata “istawā” 
dengan analisis biner terbagi menjadi 2 bagian. Pertama fi’il māḍī, komponennya yaitu 
[perpindahan], [bawah keatas] dan [penguasa]. Kedua fi’il muḍārī’, komponennya yaitu [baik 
dan buruk] dan [baik saja].</note>
<subject authority=""><topic>Komponen Makna</topic></subject>
<classification>892</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>UIN SMH Banten Perpustakaan Pusat</physicalLocation>
<shelfLocator>SKRIPSI BSA 470</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">SKRIPSI BSA 470</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator>SKRIPSI BSA 470</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>29216</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-10-21 13:44:23</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-10-21 13:45:06</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>