<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="29168">
<titleInfo>
<title>Penggunaan Aksara Pegon dalam Pembelajaran Kitab Fiqih Ubudiyah di Pondok Pesantren Jariyatul Islamiyah Curug Kota Serang</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>M. Tajudin Addaruri</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">serang</placeTerm></place>
<publisher></publisher>
<dateIssued>2023</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>xiv + 111 hlm.: 18 x 25 cm</extent>
</physicalDescription>
<note>Tujuan dari penelitian ini untuk mencari tahu bagaimana bentuk penggunaan aksara pegon dalam memahami dan mempelajari kitab fiqih ubudiyah di Pondok Pesantren Jariyatul Islamiyah. Secara umum, aksara pegon ini sangatlah penting di pelajari bagi santri, sebab dalam proses pembelajaran kitab dalam mengkaji fiqih ubudiyah ini tidak terlepas dari kata memaknai atau menterjemahkan. Biasanya dalam proses pembelajaran ini menggunakan tulisan pegon. Dalam penelitian ini, peneliti akan menggunakan pendekatan Empiris, pendekatan yang digunakan untuk menggambarkan kondisi di lapangan secara langsung yang menghasilkan data apa adanya dengan menggunakan wawancara serta observasi penelitian terhadap objek yang sudah ditargetkan. Adapun teknik pengumpulan data yang berhasil dilakukan dengan cara tiga hal, yakni wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan yang peneliti pilih dalam penelitian ini adalah ustadz dan ustadzah dewan pengajar dan pengurus pondok pesantren Jariyatul Islamiyah, dan para santri. Hasil dari penelitian tersebut telah peneliti cantumkan di bab ke empat dalam skripsinya. Telah dipaparkan didalamnya, bahwasanya pada proses pembelajaran aksara pegon terdapat tiga tahapan, yakni tahap pengenalan, tahap persiapan, dan tahap pembelajaran. Dari hasil bukti-bukti data yang didapatkan, pembelajaran aksara pegon ini dapat menghasilkan efektifitas dalam proses pembelajaran kitab kuning, sehingga dapat membantu dalam memahami keilmuan yang terkandung didalamnya, khususnya pada ilmu fiqih ubudiyah, keberhasilan tersebut dapat dibuktikan dengan adanya prestasi baik akademik ataupun non akademik. Sementara itu, dalam pembelajaran ini terdapat tantangan dan kendala yang didapati, seperti butuh waktu yang lama dalam menunjang proses belajar dan mengajar dan memerlukan tenaga pengajar yang banyak dan pandai.</note>
<classification>2x7.34</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>UIN SMH Banten Perpustakaan Pusat</physicalLocation>
<shelfLocator>SKRIPSI PAI 3570</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">SKRIPSI PAI 3570</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator>SKRIPSI PAI 3570</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>29168</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-10-14 14:18:11</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-10-14 14:18:31</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>