Detail Cantuman Kembali
Manajemen Bimbingan dan Konseling dalam Pengembangan Kompetensi Afektif Siswa di MAN 1 Cilegon
Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan Manajemen Bimbingan Dan Konseling Dalam Pengembangan Kompetensi Afektif Siswa Di MAN 1 Cilegon. Penelitian ini di latar belakangi bahwa betapa pentingnya manajemen bimbingan dan konseling yang baik agar kegiatan bimbingan dan konseling siswa terlaksana dengan maksimal. Oleh karena itu di perlukan kepala sekolah yang memiliki wawasan manajemen yang luas dan peduli terhadap BK. Guru akan bekerja secara maksimum apabila di dukung oleh beberapa faktor diantaranya adalah kepala sekolah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. informan dalam penelitian ini adalah guru di MAN 1 Cilegon yang berjumlah 50 orang. Sampel dalam penelitian ini menggunakan kepala sekolah, wakil kepala bidang kurikulum, 2 orang guru BK yang mengajar dan 2 guru pengajar di MAN 1 Cilegon. Teknik pengambilan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan; (1) Perencanaan manajemen bimbingan dan konseling di MAN 1 Cilegon terlaksana dengan baik. Perencanaan manajemen bimbingan dan konseling disusun serta dipersiapkan pada awal tahun pelajaran oleh personil bimbingan dan konseling yang disetujui oleh kepala Madrasah. (2) Pengorganisasian manajemen bimbingan dan konseling sudah berjalan dengan baik karena adanya kepala madrasah dan seluruh personil sekolah yang mengikuti SOP yang telah ditetapkan (3 Pelaksanaan manajemen bimbingan dan konseling sudah berjalan dengan baik karena adanya jam masuk kelas rutin yaitu seminggu sekali untuk melakukan kegiatan kelasikal, serta layanan lainnya yang dilaksanakan diluar kelas. (4)evaluasi bimbingan konseling sudah cukup bagus karena dilakukan perbaikan dalam proses tindak lanjut terhadap laporan evaluasi dan mempertimbangkan untuk menyesuaikan jadwal evaluasi agar lebih responsif terhadap kebutuhan siswa. (5) pengembangan kompetensi afektif siswa di MAN 1 Cilegon sudah cukup bagus karena upaya yang melibatkan semua guru sebagai pendidik untuk membentuk sikap positif siswa dalam menerapkan ilmu pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari. (6) Manajemen Bimbingan Konseling dalam Meningkatkan Kompetensi Afektif siswa di MAN 1 Cilegon. Guru BK dijadikan sebagai figur yang mendukung dan memberi inspirasi bagi siswa, sehingga pengelolaan bimbingan konseling menjadi menarik dan memotivasi siswa untuk mengikuti teladan yang diberikan. Dengan suasana yang kondusif dan dukungan yang diberikan oleh guru BK, diharapkan siswa dapat mencapai prestasi yang memuaskan dan merasa nyaman dalam lingkungan sekolah.
Fajar Risyaf - Personal Name
SKRIPSI MPI 301
371.4
Text
Indonesia
2024
serang
xii + 108 hlm.; 18 x 25 cm
LOADING LIST...
LOADING LIST...







