<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="28979">
<titleInfo>
<title>Menggali Makna Toleransi Beragama:</title>
<subTitle>Tinjauan Pemikiran Kh. Abdurrahman Wahid.</subTitle>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Mufti Ali</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">serang</placeTerm></place>
<publisher></publisher>
<dateIssued>2022</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>xxi + 110 hlm.; 18 x 25 cm</extent>
</physicalDescription>
<note>Keberagaman etnis, budaya, dan agama di Indonesia adalah kekayaan sekaligus tantangan yang membutuhkan penanganan bijaksana. KH. Abdurrahman Wahid, seorang pemikir Islam terkemuka, menekankan pentingnya toleransi beragama untuk mencegah konflik. Menurutnya, toleransi bukan berasal dari pendidikan formal atau kecerdasan, melainkan dari hati dan perilaku. Ia mencatat bahwa semangat toleransi sering lebih kuat pada mereka yang kurang berpendidikan atau kurang kaya, yang ia sebut sebagai “orang-orang terbaik.” Skripsi menggunakan metode deskriptif-analisis-kritis. Metode ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menginterpretasikan kondisi, hubungan, dan proses yang ada. Selain itu, metode hermeneutika digunakan untuk menafsirkan simbol-simbol dalam teks atau benda konkret guna mencari maknanya. Rumusan masalah penelitian ini ada dua, yaitu; 1) Bagaimana Pemikiran KH. Abdurrahman Wahid Mengenai Toleransi dalam Beragama, 2) Sejauh mana relevansi konsep toleransi beragama KH. Abdurrahman Wahid bagi masyarakat multikultural di Indonesia Hasil dari penelitian bahwa KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dalam memperjuangkan toleransi beragama dalam Islam dengan pendekatan inklusif dan progresif. Gus Dur mengadvokasi interpretasi agama yang mendalam dan kontekstual, promosi dialog antar-umat beragama, serta menolak pandangan sempit dan intoleran. Relevansi pemikirannya sangat terlihat dalam masyarakat multikultural Indonesia, di mana kontribusinya mencerminkan semangat keberagaman yang menjadi fondasi bangsa ini, termasuk dalam memperjuangkan toleransi, pluralisme, dan hak minoritas.</note>
<classification>2x3</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>UIN SMH Banten Perpustakaan Pusat</physicalLocation>
<shelfLocator>SKRIPSI AFI 94</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">SKRIPSI AFI 94</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator>SKRIPSI AFI 94</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>28979</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-09-12 15:02:05</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-09-12 15:02:25</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>