Detail Cantuman Kembali

XML

Pola Komunikasi Antarpribadi Pada Keluarga Broken Home (Studi di Kampung Citalahab RT 05 RW 02, Desa Citalahab, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten)


Tidak semua keluarga memiliki keluarga yang utuh dan harmonis, terdapat banyak keluarga yang mengalami broken home. Keluarga broken home dapat disebabkan karena komunikasi keluarga yang tidak harmonis dan komunikasi keluarga yang tidak harmonis dapat disebabkan karena broken home. Komunikasi keluarga bergantung pada setiap anggota keluarga dalam berinteraksi satu sama lain. Setiap keluarga broken home memiliki pola komunikasi antarpribadi yang berbeda-beda. Komunikasi dalam keluarga broken home terdapat beberapa faktor pendukung dan faktor penghambat. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: 1) Bagaimana pola komunikasi antarpribadi pada keluarga broken home di Kampung Citalahab? 2) Apa saja faktor pendukung dan faktor penghambat komunikasi pada keluarga broken home di Kampung Citalahab? Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola komunikasi antarpribadi pada keluarga broken home di Kampung Citalahab, serta untuk mengetahui faktor pendukung dan faktor penghambat komunikasi pada keluarga broken home di Kampung Citalahab. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan wawancara. Analisa data menggunakan tahap pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, serta verifikasi dan penarikan kesimpulan. Penelitian dilakukan terhadap 5 keluarga informan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa setiap keluarga broken home di Kampung Citalahab, Kabupaten Pandeglang memiliki pola komunikasi keluarga yang berbeda-beda. Pada keluarga informan 1 yaitu consensual families (konsensual), keluarga informan 2 dan 5 yaitu protective families (protektif), dan keluarga informan 3 dan 4 yaitu pluralistic families (pluralistik). Faktor pendukung komunikasi pada keluarga broken home di Kampung Citalahab Kabupaten Pandeglang yaitu physical dimension (dimensi fisik), social-psychological dimension (dimensi sosial-psikologis), dan media. Untuk faktor penghambat komunikasi pada keluarga broken home di Kampung Citalahab Kabupaten Pandeglang yaitu physical dimension (dimensi fisik), psychological noise (gangguan psikologis), dan media.
Ratu Zakiatun Najah - Personal Name
SKRIPSI KPI 1013
302.2
Text
Indonesia
2024
serang
xv + 97 hlm.; 18 x 25 cm
LOADING LIST...
LOADING LIST...