Detail Cantuman Kembali

XML

Pandangan Imām An-Nawawi terhadap Hadis-Hadis Pseudo Misogini (Kajian Kitab Al-Minḥāj fī Syarḥ Ṣhaḥih Muslim ibn Al-Hajjāj)


Maraknya kasus pembunuhan terhadap perempuan dimasyarakat bisa disebut sebagai femisida, menurut komnas perempuan arti dari femisida yaitu pembunuhan terhadap perempuan yang didorong oleh superioritas, dominasi, hegemoni, agresi, maupun misogini serta rasa pelaku memiliki perempuan dan ketimpangan-ketimpangan relasi kuasa yang hadir. Banyak sekali faktor yang menyebabkan terjadinya kekerasan berbasis gender sehingga mengakibatkan pembunuhan terhadap perempuan, faktor utamanya yaitu faktor budaya, faktor ekonomi dan faktor hukum. Ekonomi yang lemah menjadi titik permasalahan yang sering terjadi dan membuat suasana rumah semakin menegangkan, seorang suami yang seharusnya menjadi pelindung dan mengayomi akan tetapi justru menjadi pembunuhan perempuan malang yang mengalami Kdrt. Dalam Al-Qur‟an dan hadis banyak sekali membahas tentang perlakuan laki-laki kepada wanita, dalam Islam wanita sangat dimuliakan dan tidak ada perbedaan dalam kedudukan, yang membedakan hanyalah amal dan perbuatannya, dalam hadis tidak ada pembahasan mengenai ketidakukaan atau menjatuhkan perempuan (misogini), maka dari itu peneliti menambahkan kata Pseudo yang mana mengartikan sekiranya (arti yang belum pasti). Al Qur;an dan hadis menjadi sumber ajaran Islam yang dijadikan sandaran dikehidupan sehari-hari bagi umat muslim, skripsi ini merupakan penelitian hadis-hadis pseudo misogini dalam kajian kitab Al-Minḥāj fī Syarḥ Ṣhaḥih Muslim ibn Al-Hajjāj Perumusan masalah pada penelitian ini adalah: (1) Apa saja hadis-hadis pseudo misogini di dalam kitab Al-Minḥāj fī Syarḥ Ṣhaḥih Muslim ibn Al-Hajjāj? (2) Bagaimana pandangan Imām An-Nawawi terhadap hadis pseudo misogini? (3) Bagaimana metode pemaknaan Imām An-Nawawi? Penelitian ini menggunakan metode syarah dengan menjelaskan makna-makna yang terkandung dalam hadis Nabi yang terdapat dalam kitab Al-Minḥāj fī Syarḥ Ṣhaḥih Muslim ibn Al-Hajjāj. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif atau penelitian keperpustakaan (library research) yaitu dengan mengumpulkan data dan mengadakan studi penelahaan terhadap buku, literatur, catatan dan laporan yang ada sehingga diperoleh data-data yang diperlukan dan yang berhubungan dengan masalah yang dipecahkan dalam penelitian ini. Hasil dari penelitian dan ciri-ciri yang ada pada kitab Al-Minḥāj fī Syarḥ Ṣhaḥih Muslim ibn Al-Hajjāj, penulis menyimpulkan bahwa Imām An-Nawawi menggunkan metode muqārin, Sistematika yang ada pada kitab Al-Minḥāj fī Syarḥ Ṣhaḥih Muslim ibn Al-Hajjāj karya Imām An-Nawawi ia mengawali dengan menyebutkan sanad hadis secara lengkap yang diawali dengan kata haddatsana, Imām An-Nawawi menggunakan corak dalam bentuk Syarh Fiqhy, Falsify, Sufy, atau Lughāwy, Imām An-Nawawi memakai pendekatan history bahkan sesekali ia memakai redaksi Al-Qur‟an untuk memperkuat pendapatnya.
Anelia Fira - Personal Name
SKRIPSI IH 124
2x2.1
Text
Indonesia
2023
serang
xx + 106 hlm.; 18 x 25 cm
LOADING LIST...
LOADING LIST...