Detail Cantuman Kembali
تشكيل الهوية الأنثوية في رواية و نسيت أني امرأة (دراسة نسوية :بيتي فريدان)
Dalam penelitian ini peneliti membahas novel feminis. Perjuangan batin
perempuan dalam mencari kesetaraan gender dan perjuangan mereka melawan
patriarki. Fokus penelitian ini adalah pada tokoh utama novel '' Wa Nasitu Anni
Imra'ah ''yaitu Suad. Dalam novel yang dijadikan bahan penelitian, kesadaran
perempuan terhadap ketidaksetaraan gender menjadi sebuah isu. Baginya, seorang
perempuan tidak hanya berhak dan berkewajiban menjadi istri dan ibu setelah
menikah, serta menjadi ibu rumah tangga bagi suami dan anak-anaknya, tetapi ia
juga berhak dan berkewajiban untuk tidak tinggal. Namun di rumah, sebagai
perempuan, mereka bisa melakukan apapun yang mereka mau. Oleh karena itu,
karya
sastra adalah suatu gagasan, kreativitas yang diungkapkan dalam suatu
karya tulis, termasuk novel.
Berdasarkan dari latar belakang diatas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini
adalah sebagai berikut: 1.) Bagaimana bentuk kesetaraan gender dalam novel “Wa
nasitu Anni imra'ah”? 2.) Bagaimana dampak kesetaraan gender terhadap karakter
perempuan dalam novel “Wa nasitu Anni imra'ah”? 3.) Bagaimana cara perempuan
melawan norma gender dalam Novel “Wa nasitu Anni imra'ah?
Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan cara
kajian pustaka yaitu sumber data yang berupa karya sastra novel " Wa Nasitu Anni
Imra'ah ". Novel ini berisi tentang perempuan yang sangat berambisi untuk
menyuarakan pendapatnya, perempuan yang ingin setara dengan laki laki, sampai
dia melupakan kodratnya sebagai ibu dan istri. Berdasarkan hasil penelitian dapat
disimpulkan bahwa dalam Novel " Wa nasitu Anni imra'ah " terdapat bentuk,
dampak dan bagaimana cara perempuan melawan norma norma gender pada saat
itu. Kemudian novel ini juga menawarkan refleksi mendalam tentang ambisi,
pengorbanan, dan penyesalan. Penyesalan Suad menjadi pelajaran berharga tentang
pentingnya mencapai keseimbangan dalam hidup dan menghargai setiap aspek diri,
termasuk identitas gender. Novel ini juga mengangkat isu sosial yang relevan
hingga saat ini, seperti kesetaraan gender, tekanan sosial terhadap perempuan, dan
perjuangan untuk mencapai kebahagiaan sejati.
Refalia Cahyani - Personal Name
SKRIPSI BSA 454
892
Text
Bahasa Arab
2024
Serang Banten
xv + 82 hlm.; 18 x 25 cm
LOADING LIST...
LOADING LIST...







