<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="28770">
<titleInfo>
<title>Pengaruh Doping Berbasis Oksida terhadap Mikrostruktur Lapisan Suhu Tinggi pada Substrat Inconel 625</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Kurotun Aini</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">serang</placeTerm></place>
<publisher></publisher>
<dateIssued>2024</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>xvii + 94 hlm.; 18 x 25 cm</extent>
</physicalDescription>
<note>Penelitian ini mengembangkan pelapis suhu tinggi yang diterapkan pada komponen berbasis nikel, terdiri dari inconel 625. YSZ (Yttrium stabilized zirconia) banyak digunakan sebagai lapisan top coat pada sistem TBC (Thermal Barrier coating) karena memiliki konduktivitas termal rendah sehingga mampu bertahan pada suhu tinggi. YSZ dibentuk melalui metode EPD (Electrophoretic deposition) dengan adanya pengembangan lapisan YSZ didoping Fe2O3 selaras dengan penelitian sebelumnya. Adapun kebaharuan penelitian ini yaitu doping Fe2O3 yang ditambahkan dengan Al2O3. Selain membandingkan doping oksida, penelitian ini diaplikasikan pelapisan YSZ yang pertama dicoating di atas substrat sebagai single layer, kemudian dilihat performa sebagai sistem TBC secara utuh yaitu dideposit di atas bond coat NiCrMo yang disebut double layer. Hasil penelitian ini menunjukan dari kedua doping tersebut nilai viskositas optimal yaitu pada hari ke 8 dengan masing-masing range 1,031-0,928 dan 1,288-0,979. Pengaruh doping Fe2O3+Al2O3 dibandingkan dengan doping Fe2O3 memiliki nilai porositas yang rendah sehingga meningkatkan kekerasan lapisan nilainya yaitu 3,921% dan 283,8 HV. Untuk mikrostruktur pengaruh doping F2O3+Al2O3 yaitu keberadaan Al2O3 dapat memperbaiki daya ikat lapisan sehingga memperkuat dan mempertahankan suatu lapisan YSZ. Hasil XRD (X-ray diffraction) menunjukkan hasil dengan adanya doping Fe2O3+Al2O3 terbentuk fasa tetragonal dan monoklinik serta dianalisi kuantifikasi fasanya yaitu fasa tetragonal lebih tinggi nilainya dibandingkan dengan fasa monoklinik. Sehingga dapat disimpulkan bahwa lapisan yang sesuai untuk dilakukan pengujian korosi, oksidasi dan erosi yaitu lapisan single layer dan lapisan double layer yang di doping dengan Fe2O3+Al2O3.</note>
<classification>530</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>UIN SMH Banten Perpustakaan Pusat</physicalLocation>
<shelfLocator>SKRIPSI FIS 024</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">SKRIPSI FIS 024</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator>SKRIPSI FIS 024</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>28770</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-08-15 11:22:01</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-08-15 11:22:14</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>