<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="28768">
<titleInfo>
<title>Analisis Misorientasi Sensor Seismograf BMKG di Pulau Jawa Menggunakan Metode Particle Motion dengan Sumber Gempa Teleseismik</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Ucu Meilindasari</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">serang</placeTerm></place>
<publisher></publisher>
<dateIssued>2024</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>xx + 148 hlm.; 18 x 25 cm</extent>
</physicalDescription>
<note>BMKG merupakan lembaga yang memiliki jaringan stasiun pencatat gempa bumi yang tersebar luas diseluruh Indonesia. Stasiun-stasiun ini memanfaatkan sensor seismograf untuk menangkap gelombang seismik. Namun, alat ini rentan mengalami kesalahan orientasi atau misorientasi. Sehingga, perlu dilakukan pengecekan terhadap rekaman gelombang gempa dari tiap stasiun untuk mengetahui respon orientasi dari sensor seismograf. Penelitian ini bertujuan untuk mengecek arah orientasi sensor seismograf BMKG di Pulau Jawa dan menganalisis sensor seismograf yang mengalami misorientasi menggunakan metode particle motion yang berasal dari sumber gempa teleseismik. Pengolahan data particle motion dilakukan dengan menggunakan software seisgram2k dengan memasukan gelombang 2 komponen dan software spyder untuk menghitung nilai back azimuth. Hasil analisis data mengenai particle motion dan back azimuth yang berasal dari sumber gempa teleseismik menunjukan bahwa sebanyak 73 sensor seismograf dari 82 stasiun seismik di Pulau Jawa memiliki orientasi baik yaitu sejajar dari 0°-15°. Namun, 9 stasiun lainnya memiliki misorientasi lebih dari 15° dengan sebaran stasiun yang mengalami misorientasi sensor seismograf yaitu 4 stasiun di Jawa Barat BKJ (2019, STS2.5), JBJI (2019, STS2.5), PBJI (2019, STS2.5), dan WSJM (2019, TrilliumCompact). Di wilayah Tengah, 2 stasiun mengalami misorientasi yaitu stasiun GBJI (2019, STS2.5), dan SBJM (2019, Trillium 1200). Sementara di wilayah Timur terdapat 3 sensor yang mengalami misorientasi yaitu stasiun PCJI (2007,  Trillium120P), GEJI (2019, STS2.5), dan SIJM (2019, TrilliumCompact). Hasil analisis ini memberikan informasi penting terkait respon pengukuran sensor seismograf pada stasiun seismik di masing-masing wilayah, yang dapat menjadi dasar untuk perbaikan atau penyesuaian sensor seismograf guna meningkatkan akurasi dan konsistensi data yang dihasilkan.</note>
<classification>555.220287</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>UIN SMH Banten Perpustakaan Pusat</physicalLocation>
<shelfLocator>SKRIPSI FIS 025</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">SKRIPSI FIS 025</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator>SKRIPSI FIS 025</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>28768</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-08-15 10:55:31</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-08-15 11:07:02</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>