Detail Cantuman Kembali

XML

مأساة فلسطينين في الشعر أغنية إلى الريح الشمالية لمحمود درويش (دراسة سيمائية لريفاتير)


Puisi āghniyah ilā ar-rīḥ ash-Shamāliyyah li-Maḥmūd Darwīsh
mengekspresikan secara mendalam emosi penulis yang mencerminkan
perjuangan, kehilangan, kerinduan dan harapan terhadap bangsanya. Namun,
tidak semua pembaca mampu memahami makna yang tersirat dalam puisi
tersebut. Oleh karena itu, teori Riffaterre dipilih sebagai pendekatan dalam
penelitian ini karena kompleksitas dan rinciannya dalam menganalisis makna
puisi, yang memungkinkan pemahaman yang mendalam dan komprehensif
terhadap aspek-aspek tersembunyi dalam teks.
Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah dalam
penelitian adalah (1.) Bagaimana analisis semiotika Riffaterre dalam puisi
āghniyah ilā ar-rīḥ ash-Shamāliyyah li-Maḥmūd Darwīsh? (2.) Bagaimana
makna yang terkandung dalam puisi āghniyah ilā ar-rīḥ ash-Shamāliyyah liMaḥmūd Darwīsh?. Penelitian ini bertujuan untuk Menjelaskan makna yang
terkandung dalam puisi āghniyah ilā ar-rīḥ ash-Shamāliyyah li-Maḥmūd
Darwīsh dan menjelaskan secara rinci analisis semiotika Riffaterre yang
terdapat dalam puisi āghniyah ilā ar-rīḥ ash-Shamāliyyah li-Maḥmūd
Darwīsh.
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, terlihat bahwa pembacaan
Heuristik pada puisi ini mempunyai makna dasar yang tidak dapat dipahami
tanpa adanya tahap penafsiran. Kalimat “Wa yadān Yā bustān Kāldiflī”
mengandung makna yang tidak konsisten sehingga memerlukan penafsiran
dari kehilangan dan kerapuhan yang diinginkan penulis. Dalam puisi āghniyah
ilā ar-rīḥ ash-Shamāliyyah li-Maḥmūd Darwīsh, Matriks mencerminkan tema
perjuangan dan kerinduan akan tanah air. Modelnya ada pada baris 1, 6, 10
dan Varian puisi menggambarkan pengalaman pribadi yang menyakitkan,
seperti pada baris “Wa nawāfiḏ fī ar-rīḥ taksiru jabhatī”. Hipogram Potensial
mengungkapkan rasa rindu akan kampung halamannya hal ini terlihat pada
kata “Qubalu mujaffafatun” dan “Dāri ba‘iydah”. Hipogram Aktual
menggunakan ayat suci Al-Qur'an dan kata-kata mutiara, seperti dalam surah:
(Al-Anbiya: 107). Dapat disimpulkan bahwa, dalam puisi ini Mahmoud
Darwish mengungkapkan perasaannya melalui simbol dan metafora yang
penuh makna, mencerminkan kesedihan dan ketidakpuasan yang mendalam
terhadap situasi yang tidak adil.
Silfia Puji Astuti - Personal Name
SKRIPSI BSA 449
892
Text
Bahasa Arab
2024
Serang Banten
xxiv + 131 hlm.; 18 x 25 cm
LOADING LIST...
LOADING LIST...