Detail Cantuman Kembali

XML

Fenomena Fatherless dalam Perspektif Al-Qur'an (Studi Kitab Tafsir Al-Azhar Karya Buya Hamka)


Dewasa ini, fenomena fatherless menjadi sorotan utama di kalangan masyarakat, terutama dalam konteks anak muda. Fenomena fatherless merujuk pada keadaan dimana anak-anak tumbuh tanpa kehadiran ayah dalam kehidupan mereka, baik karena kematian ayah maupun ketidakadilan pada anak dalam kehidupan mereka. Istilah yatim dalam Al-Qur‟an sering digunakan sebagai analogi untuk menggambarkan situasi ini, yang mencerminkan kehilangan ayah dan ketidakadilan yang dialami anak-anak. Berdasarkan latar belakang di atas, rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: 1) Bagaimana pandangan teoritis tentang fenomena fatherless? 2) Bagaimana penafsiran Buya Hamka terhadap fenomena fatherless dalam tafsirnya? 3) Bagaimana analisis penafsiran tersebut? Tujuan penelitian ini adalah: 1.) Untuk Mengetahui pandangan teoritis tentang fenomena fatherless 2.) Untuk Mengetahui penafsiran Buya Hamka terhadap fenomena fatherless dalam kitab tafsir Tafsir Al-Azhar 3.) Untuk Mengetahui analisis penafsiran Buya Hamka tentang fenomena fatherless dalam Al-Qur‟an. Jenis penelitian dalam skripsi ini adalah studi kepustakaan (Library Research). Sumber data primer dalam penelitian ini adalah Tafsir Al-Azhar Karya Buya Hamka. Sedangkan sumber sekunder yang digunakan adalah buku-buku dan bahan bacaan yang relevan dengan tema penelitian ini. Dengan merujuk pada literatur yang relevan, penelitian ini menyimpulkan bahwa dalam perspektif Al-Qur‟an, kehadiran ayah dianggap penting dalam pembentukan karakter dan stabilitas keluarga. Melalui Tafsir Al-Azhar karya Buya Hamka, pesan-pesan ini diperjelas dan disesuaikan dengan konteks zaman modern. Contoh-contoh ayat yang relevan QS. Al-Baqarah [2]:188, QS. Ad-dhuha [30]: 6&9 dan QS. Al-Ma‟un [30]: 2 Buya Hamka dalam penafsirannya menekankan bahwa ayah memiliki peran vital dalam keluarga, khususnya dalam hal membimbing, melindungi, dan mendidik anak-anak. Ketidakhadiran ayah dapat membawa konsekuensi negatif yang signifikan, termasuk perasaan tidak aman, kurangnya bimbingan, dan risiko perlakuan tidak adil terhadap anak-anak. Ayat-ayat tersebut menggarisbawahi pentingnya perhatian, keadilan, dan kasih sayang kepada anak-anak, terutama mereka yang kehilangan sosok ayah.
Ulhiyah - Personal Name
SKRIPSI IAT 598
2x1.3
Text
Indonesia
2024
serang
xxii + 122 hlm.; 18 x 25 cm
LOADING LIST...
LOADING LIST...