<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="28691">
<titleInfo>
<title>Fenomena Fatherless dalam Perspektif Al-Qur'an (Studi Kitab Tafsir Al-Azhar Karya Buya Hamka)</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Ulhiyah</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">serang</placeTerm></place>
<publisher></publisher>
<dateIssued>2024</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>xxii + 122 hlm.; 18 x 25 cm</extent>
</physicalDescription>
<note>Dewasa ini, fenomena fatherless menjadi sorotan utama di kalangan masyarakat, terutama dalam konteks anak muda. Fenomena fatherless merujuk pada keadaan dimana anak-anak tumbuh tanpa kehadiran ayah dalam kehidupan mereka, baik karena kematian ayah maupun ketidakadilan pada anak dalam kehidupan mereka. Istilah yatim dalam Al-Qur‟an sering digunakan sebagai analogi untuk menggambarkan situasi ini, yang mencerminkan kehilangan ayah dan ketidakadilan yang dialami anak-anak. Berdasarkan latar belakang di atas, rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: 1) Bagaimana pandangan teoritis tentang fenomena fatherless? 2) Bagaimana penafsiran Buya Hamka terhadap fenomena fatherless dalam tafsirnya? 3) Bagaimana analisis penafsiran tersebut? Tujuan penelitian ini adalah: 1.) Untuk Mengetahui pandangan teoritis tentang fenomena fatherless 2.) Untuk Mengetahui penafsiran Buya Hamka terhadap fenomena fatherless dalam kitab tafsir Tafsir Al-Azhar 3.) Untuk Mengetahui analisis penafsiran Buya Hamka tentang fenomena fatherless dalam Al-Qur‟an. Jenis penelitian dalam skripsi ini adalah studi kepustakaan (Library Research). Sumber data primer dalam penelitian ini adalah Tafsir Al-Azhar Karya Buya Hamka. Sedangkan sumber sekunder yang digunakan adalah buku-buku dan bahan bacaan yang relevan dengan tema penelitian ini. Dengan merujuk pada literatur yang relevan, penelitian ini menyimpulkan bahwa dalam perspektif Al-Qur‟an, kehadiran ayah dianggap penting dalam pembentukan karakter dan stabilitas keluarga. Melalui Tafsir Al-Azhar karya Buya Hamka, pesan-pesan ini diperjelas dan disesuaikan dengan konteks zaman modern. Contoh-contoh ayat yang relevan QS. Al-Baqarah [2]:188, QS. Ad-dhuha [30]: 6&#38;9 dan QS. Al-Ma‟un [30]: 2 Buya Hamka dalam penafsirannya menekankan bahwa ayah memiliki peran vital dalam keluarga, khususnya dalam hal membimbing, melindungi, dan mendidik anak-anak. Ketidakhadiran ayah dapat membawa konsekuensi negatif yang signifikan, termasuk perasaan tidak aman, kurangnya bimbingan, dan risiko perlakuan tidak adil terhadap anak-anak. Ayat-ayat tersebut menggarisbawahi pentingnya perhatian, keadilan, dan kasih sayang kepada anak-anak, terutama mereka yang kehilangan sosok ayah.</note>
<classification>2x1.3</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>UIN SMH Banten Perpustakaan Pusat</physicalLocation>
<shelfLocator>SKRIPSI IAT 598</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">SKRIPSI IAT 598</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator>SKRIPSI IAT 598</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>28691</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-07-19 16:02:48</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-07-19 16:03:02</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>