<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="28643">
<titleInfo>
<title>Ritual Mulud Golok Ciomas dalam Perspektif Komunikasi Antarbudaya</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Ratu Mufida</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">serang</placeTerm></place>
<publisher></publisher>
<dateIssued>2024</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>xvii + 87 hlm.; 18 x 25 cm</extent>
</physicalDescription>
<note>Dalam melaksanakan ritual tersebut harus memiliki golok Ciomas, hal ini menjadi faktor penyebab kurangnya bahan baku, bahan baku tersebut langka karna merupakan besi-besi kuno yaitu sisa-sisa peninggalan zaman dahulu, yang harus ditemui dipenggalian-penggalian yang tertimbun didalam tanah selama berabad-abad, untuk sekarang golok Ciomas asli tetapi tidak seperti dahulu, karna kurangnya bahan tersebut. Tujuan penelitan yang digunakan peneliti yaitu 1) Bagaimana sejarah ritual Mulud golok Ciomas, 2) Bagaimaa makna ritual Mulud golok Ciomas, 3) Bagaimana ritual Mulud golok Ciomas. Metedologi yang digunakan oleh peneliti yaitu menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif untuk menggambarkan tentang ritual mulud golok Ciomas dalam perspektif komunikasi antarbudaya, penelitian ini dilaksanakan dalam kurun waktu bulan April 2023 sampai bulan Mei 2024, peneliti melakukan wawancara dengan Arif, Ki Suna, Ki Duhari, Agus Taqwini, Dudi Imaddudin sebagai masyarakat lokal, dan masyarakat di luar banten, Tb. Chaerul Ramdani, Achmad Danial, Mika Isacriasa serta dokumen yang menjadi penunjang dalam penelitan ini berupa foto dan rekaman wawancara. Berdasarkan penelitian, penulis mencoba menguraikan hasilnya sebagai berikut. 1) Sejarah ritual Mulud ini berasal dari zaman Kesultanan yaitu Sultan Hasanuddin Banten beliau memberikan hadiah berupa godam si denok kepada Ki Cengkuk karna telah merawat putranya, dari tersebut tersebut beliau membuat golok yang sangat praktis. tradisi ini masih dilestarikan sampai sekarang, 2) Makna dalam ritual Mulud yaitu bersilaturahmi, melestarikan warisan budaya, memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW, serta merawat dan membersihkan golok tersebut, 3) Ritual Mulud dalam perspektif komunikasi antarbudaya, Seiring waktu, proses percampuran budaya menjadi faktor utama dalam perkembangan golok Ciomas ritual ini mengalami adaptasi dengan budaya lain, untuk memperkuat interaksi dengan budaya lain dibentuklah SILOKA (Silaturahmi Golok Pusaka).</note>
<classification>2x6.92</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>UIN SMH Banten Perpustakaan Pusat</physicalLocation>
<shelfLocator>SKRIPSI KPI 1039</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">SKRIPSI KPI 1039</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator>SKRIPSI KPI 1039</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>28643</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-07-09 11:26:51</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-07-09 11:27:05</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>