Detail Cantuman Kembali

XML

Ketenangan Jiwa Menurut Ki Ageng Suryomentaram (Kajian Buku Falsafah Hidup Bahagia)


Faktor utama yang menjadi sebab memperoleh kebahagiaan yaitu dengan jiwa yang tenang. Dengannya, tiap persoalan kehidupan dapat diterima kemudian diuraikan bagaimana cara pemecahannya, sehingga akan lebih mudah diselesaikan. Ketenangan jiwa yang dimaksud adalah kondisi jiwa yang menerima dengan sadar atas tiap belenggu permasalahan, entah perasaan tertekan, maupun kekhawatiran-kekhawatiran akibat dari berbagai persoalan dan beban hidup. Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah dalam skripsi ini adalah: 1) Bagaimana konsep ketenangan jiwa menurut Ki Ageng Suryomentaram? 2) Bagaimana meraih ketenangan jiwa menurut Ki Ageng Suryomentaram? 3) Bagaimana perspektif tasawuf tentang ketenangan jiwa Ki Ageng Suryomentaram? Adapun tujuan dari skripsi ini adalah: 1) Untuk menjelaskan konsep ketenangan jiwa menurut Ki Ageng Suryomentaram. 2) Untuk menjelaskan meraih ketenangan jiwa menurut Ki Ageng Suryomentaram. 3) Untuk menjelaskan perspektif tasawuf tentang ketenangan jiwa Ki Ageng Suryomentaram. Metodologi penelitian dalam skripsi ini penulis menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif yang hasil penelitiannya sendiri lebih menekankan makna daripada generalisasi, serta pendekatan yang digunakan adalah pendekatan tasawuf yang artinya melakukan proses aktualisasi nilai-nilai ajaran tasawuf dalam konteks yang lebih luas. Tekhnik pengumpulan data jenis library research dengan dibantu data wawancara maupun video. Hasil dari skripsi ini, sebagai berikut: konsep ketenangan jiwa menurut Suryomentaram merupakan jenis rasa hasil dari tersingkapnya „rasa Aku‟ hasil perjalanan ketabahan, tabah menderita dan tabah merasakan rasa celakanya sendiri karena telah mengerti tentang kekhususan kramadangsa-nya sendiri. Meraihnya dapat diupayakan dengan mengerti ilmu tentang jiwa dan keadaan-keadaannya serta dengan upaya praktik ilmu itu sendiri dengan runtutnya cara berpikir atau dalam istilah Suryomentaram disebut „pendapat benar‟. Metode selanjutnya dengan praktiknya itu sendiri yang dibimbing oleh runtutnya cara berpikir. Terdapat lima poin perspektif tasawuf tentang ketenangan jiwa Suryomentaram. Pertama, mengetahui diri sendiri menurut al-Ghazali dengan pangawikan pribadi. Kedua, hati yang sehat menurut Syaikh Abdul Qadir al-Jailani dengan konsep jiwa Ukuran Keempat atau manusia tanpa ciri. Ketiga, akhlak baik seorang sufi sebagai representasi keadaan jiwanya dengan sifat manusia tanpa ciri Suryomentaram. Keempat, Orang yang tidak tenang jiwanya akan kesulitan dalam merasakan rasa, terlebih dimensi spiritual terkait rasa 99 asma Allah Swt. Kelima, konsep tawakal sebagai puncak ketenangan jiwa dalam mengenal dirinya sendiri.
Siti Ani Mulyani - Personal Name
SKRIPSI AFI 92
2x7.1
Text
Indonesia
2023
serang
xix + 98 hlm.: 18 x 25 cm
LOADING LIST...
LOADING LIST...