<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="28383">
<titleInfo>
<title>Kontestasi Perempuan di Ruang Publik (Studi Komparatif antara Penafsiran Amina Wadud dan Kariman Hamzah)</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Silvi Apriani</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">serang</placeTerm></place>
<publisher></publisher>
<dateIssued>2023</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>xxi + 116 hlm.: 18 x 25 cm</extent>
</physicalDescription>
<note>Sebelum Islam, perempuan memiliki kedudukan di masyarakat Arab kurang dihormati dan dianggap rendah, lalu Islam datang dengan membawa misi kesetaraan, keadilan serta menghargai harkat dan martabat perempuan. Islam memberikan legalitas keterlibatan perempuan bersama laki-laki dalam berbagai bidang dan tugas-tugasnya, selain kegiatan yang menyalahi kodrat perempuan. Namun, banyak kendala yang dijumpai oleh perempuan dalam memperoleh hak dan martabat yang setara dengan laki-laki. Di antara kendala yang dihadapi perempuan adalah keterbatasan akses mereka terhadap ruang publik. Hal ini memiliki urgensitas yang tinggi terhadap diskursus perempuan dalam Islam, interpretasi yang berbeda tentang peran perempuan dalam ruang publik mengakibatkan konflik yang tak berujung. Amina Wadud dan Kariman Hamzah datang dengan interpretasi yang berbeda mengenai kontestasi perempuan di ruang publik maupun domestik. Kedua tokoh ini memiliki pendekatan yang berbeda dalam menafsirkan al-Qur‟an terkait posisi perempuan di tengah masyarakat dan agama Islam. Perbedaan sudut pandang dalam memaknai al-Qur‟an mempengaruhi pandangan dan aksi keduanya terkait kontestasi perempuan di ruang publik, meskipun memiliki perbedaan, keduanya memiliki tujuan yang sama yaitu memperjuangkan hak-hak perempuan dalam masyarakaat dan agama Islam. Berangkat dari realita sosial tersebut, maka dapat kita rumuskan: 1.Bagaimana pandangan Amina Wadud dan Kariman Hamzah mengenai kontestasi perempuan di ruang publik? 2. Apa saja perbedaan dan persamaan pandangan Amina Wadud dan Kariman Hamzah tentang kontestasi perempuan dalam ruang publik? Penelitian ini bertujuan : 1. Untuk mengetahui pandangan Amina Wadud dan Kariman Hamzah mengenai kontestasi perempuan di ruang publik. 2. Guna mengetahui perbedaan dan persamaan pandangan kedua tokoh tersebut. Penelitian ini berjenis penelitian kualitatif dengan menggunakan metode kepustakaan (Library Research). Data dikumpulkan dengan metode dokumentasi serta mengambil referensi dari berbagai literatur karya ilmiah yang relevan dan aktual. Setelah data tersedia langkah selanjutnya adalah menjelaskan data tersebut menggunakan metode komparatif, yakni dengan membandingkan antara dua tokoh, terhadap satu objek materil, lalu kemudian dilakukan analisis untuk membandingkan konsep dan gagasan kedua tokoh tersebut. Hasil dari penelitian ini menjelaskan bahwa kedua tokoh tersebut sepakat bahwa perempuan seharusnya tidak dihalangi dari berperan di hadapan publik, selama itu sesuai dengan prinsip-prinsip hukum Islam yang benar. Namun, Amina Wadud mengungkapkan pandangannya dengan gagasan yang cukup ekstrim, sementara Kariman Hamzah cenderung mengikuti penafsiran yang umumnya dianut oleh banyak penafsir. Walaupun begitu, perilaku Hamzah melampaui dari gagasan yang tertuang dalam karya-karyanya, sehingga perilaku Hamzah membuatnya lebih cocok untuk merespon tantangan-tantangan yang dihadapi oleh perempuan dalam ruang publik.</note>
<classification>2x1.44</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>UIN SMH Banten Perpustakaan Pusat</physicalLocation>
<shelfLocator>SKRIPSI IAT 575</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">SKRIPSI IAT 575</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator>SKRIPSI IAT 575</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>28383</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-04-24 14:20:34</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-04-24 14:20:57</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>