<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="28380">
<titleInfo>
<title>Metode Tafsir Tematik dalam Perspektif Muhammad Ali Ash-Shobuni dan Muhammad Ali al-Sayis (Studi Komparatif Sistematika Kitab Rawa’i al-Bayan dan Kitab Tafsir Ayatul Ahkam)</title>
</titleInfo>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">serang</placeTerm></place>
<publisher></publisher>
<dateIssued>2023</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>xxi + 65 hlm.: 18 x 25 cm</extent>
</physicalDescription>
<note>Dalam ruang lingkup pembahasan ilmu tafsir modern, setidaknya ada empat metode ulama dalam menafsirkan Al-Qur’an, yaitu metode ijmali, tahlili, muqaran dan maudhu’i. Dari keempat metode tersebut, maudhu’i merupakan metode yang sedang populer di kalangan ulama tafsir saat ini. Adapun metode penelitian yang digunakan dalam skripsi ini adalah metode penelitian kepustakaan (library research), yaitu penelitian yang bersifat deskriptif menggunakan studi pustaka. Rumusan masalah pada skripsi ini yaitu: 1) Bagaimana sistematika tafsir Muhammad Ali ash-Shobuni dan Muhammad Ali al-Sayis dalam menafsirkan Al-Qur’an?, 2) Bagaimana perbedaan dan persamaan sistematika penafsiran Muhammad Ali ash-Shobuni dan Muhammad Ali al-Sayis dalam menafsirkan Al-Qur’an?. Dan skripsi ini bertujuan untuk: 1) mengetahui sistematika penafsiran Muhammad Ali ash-Shobuni dan Ali al-Sayis, 2) mengetahui perbedaan sistematika tafsir Muhammad Ali ash-Shobuni dan Ali al-Sayis. Sistematika tafsir ash-Shobuni nampaknya tidak jauh berbeda dengan tafsir Ali al-Sayis, yaitu: pengertian kosakata, makna global, asbab an-nuzul, hubungan ayat, bentuk qira’at, bentuk i’rab, kelembutan tafsir, ahkam syariat, kesimpulan, hikmah tasyri. Adapun sistematika Ali Sayis yaitu, menyebutkan ayat tertentu, tafsir perkata, aspek bahasa, munasabah ayat, menyertakan hadis shahih, adanya pendapat para ulama, menyertakan syair-syair, istinbath hukum. Jadi, bedanya dalam pemberian judul bahasan, pemaparan qiraat, penggunaan syair, pembuatan daftar isi dan halaman.</note>
<classification>2x1.1</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>UIN SMH Banten Perpustakaan Pusat</physicalLocation>
<shelfLocator>SKRIPSI IAT 578</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">SKRIPSI IAT 578</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator>SKRIPSI IAT 578</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>28380</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-04-24 14:09:40</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-04-24 14:10:02</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>