Detail Cantuman Kembali
Penafsiran Kata Hanif dalam Tafsir Sunni dan Syiah (Studi Komparatif antara Kitab Tafsir Al-Munir dan Tafsir Al-Mizan)
Al-Qur‟an adalah kalam atau firman Allah SWT. yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW yang pembacaannya merupakan suatu ibadah. Mempelajari Al-Qur‟an bagi setiap muslim merupakan salah satu aktifitas terpenting, sebaik baiknya orang adalah siapa yang mempelajari Al-Qur‟an dan mengajarkannya. Al-Qur‟an adalah kitab yang memancar darinya aneka ilmu ke-Islaman, karena kitab suci itu mendorong untuk melakukan pengamatan dan penelitian. Al-Qur‟an yang tersusun dari suatu kalimat-kalimat atau kata-kata yang mempunyai makna dan juga penafsiran masing-masing dan menarik untuk mengkaji beberapa ayat yang dimana dalam beberapa ayat tersebut terdapat satu kata yang sama atau biasa disebut dengan pengulangan kata. Dalam penelitian ini disusun rumusan masalah sebagai berkut: (1)Bagaimana penafsiran antara Wahbah az-Zuhaili dan Muhammad Husain Thabathaba‟i tentang ayat-ayat Ḥanīf ? (2)Bagaimana persamaan dan perbedaan penafsiran Wahbah az-Zuhaili dan Muhammad Husain Thabathaba‟i tentang Ḥanīf ? Adapun, tujuan penelitan ini (1) Untuk mengetahui penafsiran antara Wahbah az-Zuhaili dan Muhammad Husain Thabatha‟i terhadap ayat-ayat Hanīf. (2) Untuk mengetahui perbedaandan persamaan antara penafsiran Wahbah az-Zuhaili dan Muhammad Husain Thabathaba‟i tentang ayat-ayat Hanīf? Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan menggunakan analisis deskriptif, yaitu dengan cara mengumpulkan data, menyusun dan mengidentifikasi karakterisistik spesifik akan pesan-pesan dari suatu teks secara sistematik dan objektif kemudian menyusunnya kembali dan menginterpretasikannya. Adapun hasil penelitian Hasil penelitian ini adalah 1) apa artinya kata Ḥanīf menurut Prof Dr. Wahbah az-Zuhaili dan Imam Thabathaba‟i , 2) . Menurut Dr. Wahbah az-Zuhaili, kata Ḥanīf dalam Al-Quran merujuk pada kepercayaan Nabi Ibrahim AS yang mengajarkan tauhid dan menolak penyembahan berhala. Dalam konteks ini, Nabi Muhammad SAW dianggap sebagai penerus ajaran Nabi Ibrahim AS dan mengikuti jalan yang lurus (Millah Ibrahim) yang Ḥanīf . (Page 4) Kemudian menurut menurut Imam Thabathaba'i, kata Ḥanīf dalam Al-Quran merujuk pada seseorang yang berpaling dari agama orang tuanya dan mencari kebenaran dengan jalan yang lurus. Dalam konteks ini, Nabi Ibrahim AS dianggap sebagai contoh Ḥanīf karena ia meninggalkan agama nenek moyangnya dan mencari kebenaran dengan jalan yang lurus.
Mochammad Alfin Khusain - Personal Name
SKRIPSI IAT 573
2x1.3
Text
Indonesia
2024
serang
xix + 87 hlm.: 18 x 25 cm
LOADING LIST...
LOADING LIST...







