<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="28368">
<titleInfo>
<title>Akulturasi Etnis Bugis Banten Pada Tradisi Mattampung dalam Perspektif Komunikasi Antar Budaya (Studi Kasus Pada Masyarakat Etnis Bugis di Kampung Baru Bugis, Karangantu, Kec. Kasemen - Kota Serang)</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Asmiranda</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">serang</placeTerm></place>
<publisher></publisher>
<dateIssued>2024</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>xiv + 96 hlm.: 18 x 25 cm</extent>
</physicalDescription>
<note>Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) merupakan kepulauan dengan 16.671 pulau, melaporkan hal ini pada sidang United Nation Group of Expert on Geographical Names (UNGEGN) tahun 2019. Dari jumlah pulau tersebut, terdapat 37 Provinsi dengan Ibu Kotanya, menjadikan Indonesia sebagai negara dengan suku etnis terbanyak di dunia, tepatnya 1.340 suku. Budaya dan bahasa di Indonesia sangat kompleks, mempengaruhi komunikasi antar budaya yang penting untuk dipahami dan dihargai agar lebih efektif. Etnis Bugis, misalnya, memiliki bahasa, aksara, dan tradisi unik, termasuk ritus kematian dan tradisi Mattampung yang tetap dijalankan di Banten, daerah yang kini menjadi tempat beragam suku merantau dan berinteraksi. Tema penelitian ini mengeksplorasi akulturasi Etnis Bugis di Banten, khususnya terkait tradisi Mattampung, dalam perspektif komunikasi antar budaya. Rumusan masalah ini mencakup dua aspek utama. Pertama, mengulas tentang proses akulturasi pada tahapan tradisi Mattampung di Kampung Baru Bugis, Karangantu, Kec. Kasemen, Kota Serang, Banten. Kedua, membahas bagaimana etnis Bugis Banten mempertahankan dan menjaga identitas kebudayaan mereka. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, khususnya metode etnografi, untuk menjawab rumusan masalah. Metode ini memungkinkan pemahaman mendalam terhadap pandangan hidup masyarakat Bugis dalam proses akulturasi terhadap tradisi mattampung. Penelitian dilakukan di Kampung Baru Bugis, Karangantu, Kec. Kasemen, Kota Serang, selama 4 bulan dari Desember 2023 hingga Maret 2024. Teknik pengumpulan data melibatkan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan merupakan tahap analisis data. Dengan metode ini, peneliti berharap dapat menggambarkan dinamika masyarakat secara spesifik, fokus pada proses akulturasi, dan memperoleh hasil optimal dalam menganalisis pola komunikasi di Desa Baru Bugis Banten. Hasil dan pembahasan penelitian ini adalah: proses akulturasi yang terjadi pada tahapan tradisi Mattampung yang dilaksanakan di Kampung Baru Bugis, Karangantu, Kec. Kasemen, Kota Serang, Banten, dan etnis Bugis Banten mempertahankan dan menjaga identitas kebudayaan mereka.</note>
<classification>301</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>UIN SMH Banten Perpustakaan Pusat</physicalLocation>
<shelfLocator>SKRIPSI KPI 987</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">SKRIPSI KPI 987</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator>SKRIPSI KPI 987</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>28368</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-04-22 14:28:09</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-04-22 14:28:30</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>