<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="28355">
<titleInfo>
<title>مفهوم‌ كلمة‌ امرأة‌ في القرآن‌
(دراسة‌ دلالية‌ توشيهيكو إيزوتسو)</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Ilham Alfarezi</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Serang Banten</placeTerm></place>
<publisher></publisher>
<dateIssued>2024</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">ar</languageTerm>
<languageTerm type="text">Bahasa Arab</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>xiii + 119 hlm.; 18 x 25 cm</extent>
</physicalDescription>
<note>Dalam penelitian ini, peneliti membahas mengenai makna kata imra'ah
dalam al-Qur’an. Data yang digunakan adalah ayat-ayat al-Qur’an yang 
berbicara secara langsung mengenai imra'ah. Penelitian ini menggunakan 
pendekatan semantik Toshihiko Izutsu, yang pada intinya ingin menemukan 
makna kata dengan memperhatikan kesejarahan makna kata tersebut, 
sehingga membangun konsep tentang kata itu dalam benak manusia.
Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah dalam 
penelitian ini adalah: 1) Apa makna leksikal dan makna relasional kata 
imra'ah dalam al-Qur'an menurut Toshihiko Izutsu ? 2) Apa makna 
sinkronik dan diakronik kata imra'ah dalam al-Qur'an menurut Toshihiko 
Izutsu ? 3) Apa Welthanschaung kata imra'ah dalam al-Qur'an menurut 
Toshihiko Izutsu? 
Pada penelitian ini, peneliti menggunakan metode kualitatif yang mana 
metode kualitatif ini dibatasi oleh hakikat fakta-fakta sosial. Artinya, fakta 
sosial adalah fakta-fakta sebagaimana ditafsirkan oleh subjek.
Hasil penelitian menunjukan bahwa Kata Imra'ah memiliki makna 
dasar perempuan. Secara sintagmatik, kata imra'ah senantiasa melingkupi 
dua makna, yaitu: yang makna perempuan dari segi makna leksikal nya dan 
istri dari segi makna relasional nya. Secara paradigmatik kata imra'ah
menjalin hubungan sinonimitas dengan kata an-nisa, dan al-untsa. 
Sedangkan hubungan antonimitas kata imra'ah adalah dengan rajul dan 
dzakar yaitu laki-laki. Kata ini pada masa pra Qur’anik dipahami dengan 
makna merendahkan suara dari laki-laki. Sedangkan di masa Qur’anik, kata 
ini dikonsepsikan dengan makna perempuan dan istri disesuaikan dengan 
karakter dan sifatnya. Kemudian pada masa pasca Al-Qur'an kata imra'ah
memiliki makna baru yaitu kampung dan pembantu yang mana disesuaikan 
dengan situasi dan kondisi perempuan di masa sekarang. Dengan demikian, 
secara semantik, kata imra'ah bermakna sebagai seseorang yang memiliki 
sifat dan karakter yang berubah sesuai dengan situasi dan kondisinya.</note>
<classification>492</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>UIN SMH Banten Perpustakaan Pusat</physicalLocation>
<shelfLocator>SKRIPSI BSA 423</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">SKRIPSI BSA 423</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator>SKRIPSI BSA 423</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>28355</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-04-22 10:38:35</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-04-22 10:39:32</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>