Detail Cantuman Kembali
Analisis Faktor Inferiority Feeling Pada Mahasiswa Program Studi Bimbingan Konseling Islam Fakultas Dakwah UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten
Hasil survey awal menunjukan bahwa tingkat IF COMPIN lebih unggul dengan perbandingan (56%) dan SP SUCOMP (44%). Secara keseluruhan, pola umum dari pernyataan-pernyataan IF COMPIN menunjukkan adanya tantangan dalam pengembangan kepercayaan diri, ketakutan akan kegagalan, dan penerimaan diri sendiri akan kelebihan dan kekurangan. Temuan ini menciptakan kesadaran akan adanya faktor-faktor yang menyebabkan mahasiswa mengalami inferiority feeling sehingga dibutuhkan analisis. Berdasarkan latar belakang di atas, penelitian ini bertujuan: 1) untuk mengetahui gambaran inferiority feeling pada mahasiswa program Studi Bimbingan Konseling Islam Fakultas Dakwah Uin Sultan Maulana Hasanuddin Banten 2) untuk menganalisis faktor Inferiority feeling pada mahasiswa program Studi Bimbingan Konseling Islam Fakultas Dakwah UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. dikategorikan sebagai studi kasus intrinsik, Diklasifikasikan sebagai penelitian studi kasus deskriptif, Pendekatan yang diterapkan adalah desain kasus tunggal. Penelitian dilaksanakan pada oktober 2023 sampai maret 2024, jumlah partisipan 40 orang dan informan 8 orang. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan: 1) Gambaran inferiority feeling pada mahasiswa Prodi BKI UIN Banten yakni: a) Cenderung memiliki rendahnya kepercayaan diri dalam berkomunikasi, terkesan ragu-ragu dalam mengambil keputusan serta menarik diri dari lingkungan sosial. b) Kemampuan akademik yang rendah, mencakup motivasi yang rendah dan suka bergantung pada orang lain. c) Perasaan diri yang rendah, kurang positif, mencakup sikap negatif, canggung, citra diri yang buruk, dan tertekan. 2) Faktor inferiority feeling pada mahasiswa Prodi BKI UIN Banten terbagi menjadi dua, a) Faktor internal mencakup pengalaman rendah diri seperti dikucilkan dan body shaming, ekspektasi diri menciptakan standar diri yang terlalu tinggi, emosi seperti takut gagal, malu dan rendah diri, serta perilaku menghindari tantangan akademik. b) Faktor eksternal mencakup interaksi sosial meliputi penolakan, pengabaian, tekanan akademik. Pola asuh dimanja dan strict parent. Serta stigma sosial yang dilekatkan pada mahasiswa terkait ekspektasi karir yang bagus setelah lulus.
Wangi Frili Kinanti - Personal Name
SKRIPSI BKI 981
152
Text
Indonesia
2024
serang
xiv + 147 hlm.: 18 x 25 cm
LOADING LIST...
LOADING LIST...







