<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="28324">
<titleInfo>
<title>Peran Komunitas Penanggulangan Resiko Bencana dalam Pemberdayaan Masyarakat melalui Penanaman Mangrove (Studi Kasus di Desa Sidomulyo, Kecamatan Ngadi Rejo Kabupaten Pacitan)</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Adithya Aji</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">serang</placeTerm></place>
<publisher></publisher>
<dateIssued>2024</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>xvii + 123 hlm.: 18 x 25 cm</extent>
</physicalDescription>
<note>Fenomena abrasi di Desa Sidomulyo Pantai Soge dan Teban dimana disetiap Pantainya tehadap pemasalahan abasi. Banyak kegiatan linkungan yang dilakukan untuk mengatasi permasalahan abrasi oleh Komunitas Penanggulan Resiko bencana yaitu penanaman mangrove dan pembibitan mangrove. Keberhasilan kegiatan mangrove tersebut membuat perbaikan besar untuk pengurangan laju abrasi dan juga berdampak kepada masyarakat baik dari aspek ekonomi, sosial, maupun lingkungan, sehingga masyarakat menjadi tangguh dan berdaya sebelum maupun sesudah terjadi bencana. Berdasarkan latar belakang diatas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: 1) Apa program yang dilakukan oleh komunitas PRB dalam menanggulangi resiko bencana di Pantai Soge dan Pantai Teban? 2) Bagaimana aksi yang dilakukan oleh komunitas PRB dalam penanaman mangrove untuk menanggulangi resiko bencana di Pantai Soge dan Pantai Teban? 3) Apa manfaat yang diterima bagi masyarakat sekitarPantai Soge dan Pantai Teban? Adapun tujuan dari penelitian ini, yaitu: 1) Untuk mengetahui apa saja program komunitas PRB Sidomulyo. 2) Untuk mengetahui upaya dan usaha yang diberikan oleh komunitas PRB Sidomulyo dalam memberdayakan masyarakat untuk mengurangi dampak abrasi Pantai. Untuk melihat bagaimana kondisi perubahan masyarakat sebelum dan sesudah ditanam Mangrove di Pantai Teban dan Pantai Soge. 3) Untuk menjelaskanhasil terlaksananya penerapan penanaman mangrove terhadap pengurangan abrasi pantai yang dilakukan oleh Komunitas Penanggulangan Resiko Bencana Pacitan Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dokumentasi, dengan 5 narasumber yaitu, Kepala Desa, Ketua Komunitas, 2 Anggota Komunitas, dan 1 warga masyarakat desa Sidomulyo. Kegiatan ini dilakukan pada Oktober 2022 sampai Februari 2023. Hasil dari penelitian ini. Pertama Komunitas Penanggulangan Resiko Bencana membuat perubahan melalui program penanaman mangrove dan pembibitan mangrove, gotong royong di desa Sidomulyo dan konservasi mangrove, yang bertujuan untuk mengurangi dampak abrasi iii pantai dengan memberdayakan masyarakat melalui penanaman mangrove. Kedua manfaat tersebut berpengaruh pada manfaat perekonomian masyarakat mempunyai lahan untuk usaha, manfaat sosial mampu berkerja sama dengan lembaga, dan manfaat lingkungan menjaga ekosistem dan mengurangi abrasi. Ketiga proses pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat melalui penanaman mangrove menggunakan 6 tahapan pemberdayaan tahap persiapan, tahap assesment, tahap perencanaan program, tahap perencanaan aksi, tahap pelaksanaan program, dan tahap evaluasi. Adapun faktor pendukung dan penghambat dalam proses pemberdayaan ini yaitu: a) faktor pendukung: partisipasi masyarakat, keterlibatan pengurus, fasilitas, dan publikasi. b) faktor penghambat: ketidaksiapanuntuk mengalami perubahan, kurangnya tenaga pendamping, kurangnya sarana danprasarana.</note>
<classification>360</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>UIN SMH Banten Perpustakaan Pusat</physicalLocation>
<shelfLocator>SKRIPSI PMI 239</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">SKRIPSI PMI 239</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator>SKRIPSI PMI 239</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>28324</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-04-18 15:06:34</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-04-18 15:06:52</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>