<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="28286">
<titleInfo>
<title>Identifikasi Keberadaan Akuifer Menggunakan Metode Geolistrik Resistivitas Konfigurasi Schlumberger di Desa Susukan Kecamatan Tirtayasa Serang Banten</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Ahmad Bukhori</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">serang</placeTerm></place>
<publisher></publisher>
<dateIssued>2023</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>xviii + 99 hlm.; 18 x 25 cm</extent>
</physicalDescription>
<note>Air menjadi salah satu kebutuhan yang sangat diandalkan masyarakat akan tetapi, peningkatan jumlah penduduk dalam luas wilayah yang tetap, mengakibatkan kebutuhan terhadap air semakin meningkat. Oleh karena itu kualitas air menjadi faktor yang sangat penting. Sehubungan dengan hal tersebut, upaya yang dapat dilakukan yakni dengan mengidentifikasi keberdaan air dengan menggunakan metode geolistrik resistivitas konfigurasi Schlumberger. Penelitian dilakukan di Desa Susukan Kecamatan Tirtayasa Serang Banten, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur batuan di bawah permukaan tanah dan mengetahui keberadaan akuifer. Berdasarkan hasil interpretasi data, lapisan bawah permukaan Desa Susukan merupakan endapan dari formasi alluvium dengan jenis material pasir dan lanau. Pada lintasan 1 batuan lanau memiliki nilai resistivitas sebesar 3,295 - 7,765 Ωm pada kedalaman 1,2 - 2,564 m dan batuan pasir dengan nilai resistivitas 1,189 - 4,562 Ωm pada kedalaman 11,7 - 25 m dengan ketebalan 6,225 - 13,3 m. Sedangkan pada lintasan 2 batuan lanau memiliki nilai resistivitas sebesar 6,67 - 70,99 Ωm pada kedalaman 1,2 - 2,564 m dengan ketebalan 1,003 - 1,364 m dan batuan pasir dengan nilai resistivitas 1,755 - 314,2 Ωm pada kedalaman 11,7 - 25 m dengan ketebalan 6,2 - 13,3 m.</note>
<classification>551.48</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>UIN SMH Banten Perpustakaan Pusat</physicalLocation>
<shelfLocator>SKRIPSI FIS 019</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">SKRIPSI FIS 019</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator>SKRIPSI FIS 019</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>28286</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-04-04 13:58:55</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-04-04 13:59:09</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>