<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="28264">
<titleInfo>
<title>Pengaruh Penambahan Berbagai Konsentrasi BAP (Benzyl amino purine) pada Media Tumbuh Biakan In Vitro Talas Beneng</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Siti Muzayyanah</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">serang</placeTerm></place>
<publisher></publisher>
<dateIssued>2023</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>xvii + 63 hlm.; 18 x 25 cm</extent>
</physicalDescription>
<note>Peningkatan kebutuhan produk olahan dari talas beneng 
mengakibatkan perlunya dilakukan upaya perbanyakan dengan waktu yang 
cepat dan menghasilkan bibit talas beneng yang banyak dan seragam. Kultur 
in vitro menjadi upaya dalam perbanyakan tanaman sehingga menghasilkan 
bibit yang banyak dan waktu yang cepat. Penelitian ini bertujuan untuk 
membandingkan pertumbuhan antar kedua aksesi talas beneng pada berbagai 
konsentrasi BAP pada media kultur. Penelitian ini menggunakan rancangan 
acak lengkap dengan pola faktorial yaitu faktor media perlakuan dengan lima 
taraf perlakuan dan faktor aksesi talas beneng sebanyak dua aksesi. Analisis 
data dilakukan dengan menggunakan software SPSS versi 22. Hasil 
penelitian menunjukkan bahwa perlakuan media MS+BAP 3 ppm 
memberikan hasil terbaik terhadap parameter jumlah daun pada aksesi 
Kaduhejo dan Pasir Peuteuy. Pada perlakuan media MS+BAP 4 ppm 
memberikan hasil terbaik terhadap parameter jumlah akar pada aksesi 
Kaduhejo, sedangkan perlakuan media MS tanpa BAP dan perlakuan 
MS+BAP 1 ppm memberikan hasil terbaik terhadap parameter jumlah akar 
pada aksesi Pasir Peuteuy. Adapun perlakuan media MS+BAP 2 ppm 
memberikan hasil terbaik terhadap parameter jumlah tunas, panjang tunas 
anakan, dan jumlah daun pada tunas anakan pada aksesi Kaduhejo dan Pasir 
Peuteuy. Hasil analisis data menggunakan Univariate Analysis of Variance 
pada jumlah daun dan jumlah akar aksesi Kaduhejo dan Pasir Peuteuy pada 
perlakuan media menunjukkan nilai yang signifikan yaitu 0,00. Sedangkan 
hasil analisis data menggunakan Kruskal-Wallis Test pada jumlah tunas, 
panjang tunas anakan, dan jumlah daun tunas anakan pada aksesi Kaduhejo 
pada perlakuan media menunjukkan nilai yang tidak signifikan yaitu masing-masing sebesar 0,65, 0,12, dan 0,29. Hasil analisis data menggunakan 
Kruskal-Wallis Test pada jumlah tunas, panjang tunas anakan, dan jumlah 
daun tunas anakan pada aksesi Pasir Peuteuy pada perlakuan media 
menunjukkan nilai yang tidak signifikan yaitu masing-masing sebesar 0,28, 
0,26, dan 0,46.</note>
<classification>584.6</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>UIN SMH Banten Perpustakaan Pusat</physicalLocation>
<shelfLocator>SKRIPSI BIO 019</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">SKRIPSI BIO 019</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator>SKRIPSI BIO 019</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>28264</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-04-02 14:14:30</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-04-02 14:14:46</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>