Detail Cantuman Kembali
أسلوب القرآن: قصة آدام وحواء في القرآن الكريم
Allah memberikan perhatian yang cukup besar terhadap kisah
yang sarat akan pelajaran dalam Al-Qur’an, salahsatunya melalui Kisah
Adam dan Hawa. Kisah ini dimuat dalam Al-Qur’an dengan kuantitas
yang cukup banyak, yakni terdiri dari 96 ayat yang tersebar dalam 17
surah. Kisah adalah bagian dari seni dan sastra, yang mana kisah
merupakan medium untuk menyampaikan pesan-pesan teologis dan
humanis kepada umat manusia yang sarat sekali dengan unsur
linguistik dan seni. Maka dari itu, hal krusial terkait pengangkatan
objek material dalam penelitian ini yaitu fenomena kebahasaan dan
nilai kesusastraan yang nampak pada kisah tersebut yang sayang jika
diteliti secara parsial. Oleh karenanya, peneliti memilih mengkajinya
dengan menggunakan teori stilistika, dasar pemilihan teori stilistika ini
dikarenakan kekomprehensifan kajian yang dimilikinya, yang mana
tidak hanya meliputi aspek semua linguistik mikro, tetapi juga akan
mengungkap secara utuh terkait kedalaman, keindahan, dan
kebermaknaan gaya dari penuturan kisah Adam & Hawa.
Penelitian ini bertujuan mengungkap fenomena kesusastraan &
kebahasaan pada kisah Adam dan Hawa dalam Al-Qur’an melalui gaya
pemaparan kisah dan unsur-unsur yang membentuknya, serta efek dari
penggunaan gaya bahasa dalam membentuk kesatuan kisah Adam dan
Hawa dalam Al-Qur’an Al-Karīm. Penelitian ini adalah penelitian
kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research).
Secara stilistika ditemukan berbagai fenomena kebahasaan dan
kesusastraan dalam kisah Adam dan Hawa dalam Al-Qur’an, baik itu
dalam gaya pemaparan kisah maupun aspek linguistiknya. Dalam gaya
pemaparan kisah ditemukan dalam penggambaran kisah, gaya dialog,
dan repetisi yang beragam. Adapun dalam aspek linguistik, ditemukan
(1) aspek fonologi berupa sajak yang berakhiran “n” dan bunyi vokal
“a” (fathah) namun diiringi konsonan yang bervariasi, sehingga
menimbulkan hembusan suara yang berbeda-beda seperti naa, laa, raa,
qaa, dsb, (2) aspek leksikal berupa sinonimi, polisemi, dan
mu’arrobah, (3) aspek gramatikal berupa pemilihan bentuk kata &
kalimat serta penyiasatan struktur & efek yang ditimbulkannya, dan
pada (4) aspek retorika ditemukan sebanyak 20 gaya retoris dan 12
gaya kiasan. Pemilihan unsur-unsur pembentuk wacana kisah Adam
dan Hawa dalam Al-Qur’an digunakan untuk mendukung makna dan
nuansa/efek yang akan ditampilkan, oleh karenanya tidak disusun
hanya demi keindahan persajakan semata, tetapi semuanya itu untuk
mendukung makna karena makna merupakan tujuan sebuah tuturan,
sedangkan kata atau kalimat merupakan mediasi untuk mencapai tujuan
tersebut.
Euis Anjani Hasanah - Personal Name
SKRIPSI BSA 417
892
Text
Bahasa Arab
2023
Serang Banten
xiii + 67 hlm.; 18 x 25 cm
LOADING LIST...
LOADING LIST...







