<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="28031">
<titleInfo>
<title>الجماز اللغوي في الجزء 
الثانى من القرآن (دراسة تحليلية بلاغية)</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Muhamad Sanusi</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Serang Banten</placeTerm></place>
<publisher></publisher>
<dateIssued>2023</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">ar</languageTerm>
<languageTerm type="text">Bahasa Arab</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>xiii + 79 hlm.; 18 x 25 cm</extent>
</physicalDescription>
<note>Memahami Makna majaz atau bukan makna yang semestinya terkadang 
membuat seseorang salah memahami serta salah menafsirkan makna 
yangdipahaminya, bahkan seorang yang belajar bahasa arab melalui waktu 
yang cukup panjang tidak dapat memahami makna majazi dengan benar, 
lantaran kitab atau buku kajian yang dipelajarinya sering kali tidak tuntas. 
Seperti orang-orang yang belajar dipondok pesantren ketika belajar ilmu 
bahasa dan tidak tuntas dalam belajarnya dengan sebab naik tingkatan 
kelasnya, kitab yang dikajinya juga silih berganti. Hal ini menyebabkan 
kalangan santri atau siswa tidak memahami makna majazi hingga timbulnya 
salah pemaknaan dalam mengartikan Al-Qur’an. 
Dalam hal ini penulis memilih juz dua karena keistimewaan yang 
tersirat disertai keindahan majaz lughawi yang terdapat di dalamnya, dan 
kesalahan pemahaman santri pondok pesantren al-aziz terhadap makna
majaz yang dimaksud Yang terdapat pada juz dua. Adapun rumusan masalah 
dalam penelitian ini adalah: Bagaimana tafsir majaz lughowi menurut para 
mufasir, dan Apa saja perbedaan makna hakiki dan majazi yang tepat 
terhadap majaz lughawi pada juz dua dalam al-Qur’an. Atas dasar itu, tujuan 
penelitian ini adalah untuk mengetahui tafsir majaz lughawi menurut para 
mufasir dan perbedaan makna haqiqi dan majazi yang benar majaz dalam al-Qur’an juz dua. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang 
mengarah kepada deskriptif analisis dengan menggunakan sumber data 
utama Al-Qur’an juz dua. Adapun Hasil penelitian, bahwa terdapat 
perbedaan pemaknaan mengenai majaz lughawi dari para mufasir dalam juz 
dua namun memiliki maksud dan tujuan yang sama ( arti yang serupa ), dan 
melihat kepada para mufasir menjadikan makna majazi menjadi tepat dan 
tidak salah dalam pemaknaannya, serta dapat membedakan makna majazi 
dan makna haqiqi dengan baik pada juz dua al-qur’an.</note>
<subject authority=""><topic>Majaz Lughawi, Al-Qur’an Juz Dua</topic></subject>
<classification>492</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>UIN SMH Banten Perpustakaan Pusat</physicalLocation>
<shelfLocator>SKRIPSI BSA 416</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">SKRIPSI BSA 416</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator>SKRIPSI BSA 416</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>28031</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-02-21 09:36:33</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-02-21 09:38:27</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>