<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="28018">
<titleInfo>
<title>Uji Efektivitas Biopestisida Ekstrak Kulit Rambutan dan Daun Belimbing Wuluh terhadap Hama Jangkrik Kalung (Gryllus bimaculatus)</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Asri Ulfiya Rahmatillah</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">serang</placeTerm></place>
<publisher></publisher>
<dateIssued>2023</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>xvi + 56 hlm.; 18 x 25 cm</extent>
</physicalDescription>
<note>Alternatif dari pengurangan pestisida kimia sintetik ialah Biopestisida. Penerapannya dalam mengatasi gangguan hama adalah berbasis lingkungan dengan memanfaatkan tumbuhan disekitar. Beberapa tumbuhan yang memiliki potensi sebagai biopestisida ialah rambutan (Nephelium lappaceum) dan belimbing wuluh (Averhoa bilimbi). Bagian yang banyak dimanfaatkan sebagai bahan biopestisida ialah bagian daun. Dalam penelitian ini memanfaatkan bagian kulit pada buah rambutan (N. lappaceum) dan bagian daun pada belimbing wuluh (A. bilimbi). Kandungan yang berperan sebagai racun perut serangga ialah senyawa kimia tannin dan saponin yang di identifikasi melalui skrining fitokimia. Metode yang digunakan dalam ekstraksi penelitian ini adalah metode maserasi atau dengan cara perendaman bahan menggunakan etanol 96% selama 72 jam, dengan variasi konsentrasi masing-masing 0% (kontrol), 2%, 4%, 6%, 8%, 10%, 12%, 14%, 16% dan 18% (b/v) dengan tiga kali ulangan menggunakan 10 ekor jangkrik untuk tiap perlakuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh efektivitas dari pemberian biopestisida ekstrak kulit rambutan (N. lappaceum) dan biopestisida ekstrak daun belimbing wuluh (A. bilimbi) terhadap jumlah hama yang mati serta mengetahui konsentrasi yang mematikan 50% hama dinyatakan dalam lethal concentration (LC50). Efektivitas biopestisida diamati melalui dua aspek antara lain nilai persentase mortalitas atau kematian hama uji dan lethal concentration (LC50) konsentrasi yang dapat mematikan hama penggangu. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan konsentrasi optimum yang membunuh hama jangkrik pada biopestisida ekstrak kulit rambutan (N. lappaceum) dan biopestisida ekstrak daun belimbing wuluh (A. bilimbi) sebesar 18%. Hasil konsentrasi toksik yang dinyatakan dalam LC50 biopestisida ekstrak kulit rambutan (N. lappaceum) sebesar 7,97% dengan interval sebesar 6,36% - 9,82%, sedangkan pada biopestisida ekstrak daun belimbing wuluh (A. bilimbi) nilai LC50 sebesar 5,95% dengan interval 4,38% - 7,42%.</note>
<classification>632.9</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>UIN SMH Banten Perpustakaan Pusat</physicalLocation>
<shelfLocator>SKRIPSI BIO 016</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">SKRIPSI BIO 016</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator>SKRIPSI BIO 016</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>28018</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-02-20 10:59:39</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-02-20 11:01:35</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>